Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Gus Yahya Jelaskan Kisruh PBNU ke Kiai Sepuh Tebu Ireng

Irvan Sihombing
06/12/2025 19:06
Gus Yahya Jelaskan Kisruh PBNU ke Kiai Sepuh Tebu Ireng
Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf saat di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (6/12/2025). Para sesepuh NU mengadakan pertemuan di Pesantren Tebuireng Jombang terkait kisruh di internal.(Dok.Pesantren Tebuireng Jombang )

KETUA Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengklarifikasi perihal kisruh di tubuh PBNU saat memenuhi panggilan kiai sepuh di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (6/12/2025).

Ia bahkan membawa satu tas penuh dokumen sebagai bahan klarifikasi kepada para kiai. "Para pinisepuh, sesepuh memanggil saya dan saya datang. Apapun nanti yang diminta saya siap, apapun yang ditanyakan saya siap jawab," kata Gus Yahya di Pesantren Tebuireng.

Pihaknya berharap pertemuan ini menjadi titik awal yang baik dan masalah dapat segera terselesaikan. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi awal dari jalan penyelesaian," ujar Gus Yahya.

Diketahui, konflik tengah melanda internal PBNU. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak lagi menjabat sebagai ketua umum PBNU sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. 

Menurut Miftachul, Gus Yahya tidak lagi memiliki kewenangan maupun hak menggunakan atribut ketua umum. Hasil keputusan rapat harian Syuriyah menyebut alasan pencopotan Gus Yahya, yakni terlibat jaringan Zionis dan soal tata kelolah keuangan PBNU yang mengindikasikan pelanggaran.

Namun, Gus Yahya menolak pemberhentian tersebut. Ia menilai Rais Aam PBNU tidak berwenang memberhentikan ketua umum. Ia menegaskan pemberhentian ketua umum PBNU hanya bisa dilakukan melalui muktamar. 

Syuriyah: Keputusan Sudah Selesai, Fokus pada Sanksi

Sementara itu, Rais Syuriyah PBNU K.H. Mohammad Nuh, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan kedatangannya menindaklanjuti arahan Rois Aam dan Wakil Rois Aam yang berhalangan hadir.

Ia menegaskan, tugasnya adalah menyampaikan situasi yang sedang terjadi. Menurutnya, forum di Tebuireng ini sangat baik dan merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Ploso, Kediri, untuk mencari alternatif solusi terbaik.

"Tugas saya menyampaikan apa adanya yang sedang terjadi. Forum itu tentu sangat baik dan tindak lanjuti dari pertemuan di (Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri) Ploso beberapa hari lalu, mencari alternatif solusi yang terbaik," kata dia.

Bagi Syuriyah PBNU, lanjut dia, keputusan terkait kisruh internal dalam tubuh organisasi sudah selesai. Masalah ini dikatakannya bukan perselisihan individu, melainkan konteks kesalahan dan sanksi.

"Konteksnya adalah adanya kesalahan dan sanksi, tidak ada perselisihan individu dan dari kesalahan itu maka diberikan sanksi," tegasnya.

Ia menyebut Rois Aam PBNU juga telah menjelaskan hal ini dalam rapat di PWNU Jatim beberapa hari lalu yang turut dihadiri para sesepuh.

Pandangan Sesepuh dan Rencana Pleno 9 Desember

Rapat di Pesantren Tebuireng ini dihadiri para sesepuh dan senior yang memberikan pandangan. Diharapkan, sekecil apa pun peluang jika itu demi kebaikan NU, harus ditindaklanjuti.

K.H. Mohammad Nuh menambahkan, akan ada rapat lanjutan (pleno) pada 9 Desember 2025 yang diagendakan untuk mengangkat Penjabat (Pj) Ketua PBNU yang baru.

Sejumlah kiai sepuh yang hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya adalah Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri K.H. Anwar Manshur dan mantan Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siroj. Setelah pertemuan, para kiai juga melakukan ziarah ke makam pendiri NU, K.H. Hasyim Asy'ari. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya