Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA rekonsiliasi dinilai rasional untuk mengakhiri konflik PBNU. Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno menilai, kesepakatan menggelar Muktamar PBNU bersama dua kubu sebagai solusi saling menguntungkan dan berpotensi memulihkan soliditas organisasi.
Menurut Adi, konflik internal PBNU tidak bisa dilepaskan dari kebijakan-kebijakan strategis yang memicu perbedaan tajam di internal. Salah satu yang paling disorot adalah keterlibatan PBNU dalam pengelolaan tambang serta kedekatan dengan politik praktis, yang memunculkan resistensi di kalangan warga Nahdliyin.
"Saya kira ini solusi yang terbaik untuk mengakhiri konflik internal PBNU. Muktamar bersama dua kubu solusi yang win win," ujar Adi saat dihubungi, Jumat (26/12).
Ia berharap, Muktamar islah yang direncanakan nantinya tidak hanya menjadi ajang rekonsiliasi struktural, tetapi juga momentum evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan PBNU yang selama ini menjadi sumber gesekan internal.
"Semoga di muktamar islah ini nanti PBNU adakan evasluasi total terhadap kebijakan mereka yang menjadi aumber konflik, yakni soal pengelolaan tambang," lanjutnya.
Adi menilai, aspirasi akar rumput NU cukup jelas. Banyak warga Nahdliyin menginginkan PBNU kembali fokus pada peran utamanya sebagai organisasi keagamaan dan sosial, bukan terlibat dalam urusan ekonomi sumber daya alam maupun politik praktis.
"Secara umum, banyak warga nahdliyin berharap PBNU tak cawe-cawe lagi dengan urusan tambang dan menjauhkan diri dari politik praktis. Ke depan fokus PBNU urus ummat saja," tuturnya.
Ia menambahkan, selama PBNU masih terlibat dalam isu tambang dan politik praktis, potensi konflik internal akan terus terbuka. "Ngurus tambang dan urusan politik praktis sumber konflik internal PBNU," pungkas Adi.
Sebelumnya, setelah melalui serangkaian proses yang panjang, islah (rekonsiliasi) antara Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, akhirnya tercapai dalam sebuah pertemuan yang diprakarsai oleh para Masyayikh dan Mustasyar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12).
Pertemuan itu berhasil mempertemukan kedua pucuk pimpinan PBNU tersebut dalam satu meja, mengakhiri sengketa yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Sebagai jalan keluar terbaik, kedua belah pihak menyepakati untuk menyelenggarakan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama. (H-4)
Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU bersama Mustasyar PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12), menyepakati penyelenggaraan Muktamar PBNU ke-35
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri puncak Harlah 100 Tahun NU meski persiapan kepresidenan telah dilakukan. PBNU menyebut pembatalan terjadi di saat terakhir karena tugas negara.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace yang diinisiasi Amerika Serikat sebagai langkah tepat.
PBNU menerima permohonan maaf Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, atas kelalaian dan ketidakcermatan dalam mengundang narasumber AKN-NU.
Empat tokoh penting PBNU yakni Rais Aam PBNU, Gus Ipul, Yahya Cholil Staquf, dan M Nuh melakukan pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Pondok Miftachus Sunnah, Surabaya, Minggu (28/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved