Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

PBNU Berkumpul Bahas Risalah Rapat Syuriah yang Minta Gus Yahya Mundur Dari Jabatan Ketua

Despian Nurhidayat
23/11/2025 08:59
PBNU Berkumpul Bahas Risalah Rapat Syuriah yang Minta Gus Yahya Mundur Dari Jabatan Ketua
Logo Nahdlatul Ulama(Medcom)

SETELAH beredar risalah rapat harian syuriah yang meminta Gus Yahya mundur dari kursi ketum, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumpulkan semua pengurus wilayah di Surabaya kemarin. 

Dalam undangan yang beredar, PBNU mengundang seluruh ketua pengurus wilayah se-Indonesia untuk hadir dalam rapat koordinasi penting. 

Undangan ini muncul menyusul permintaan dari Majelis Syuriyah PBNU agar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengundurkan diri dari jabatannya.

Surat undangan rapat koordinasi tertanggal 21 November 2025 menyebutkan bahwa pertemuan akan digelar di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (22/11) malam. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Faisal Saimima.

Langkah ini menjadi lanjutan dari keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU yang digelar sebelumnya di Hotel Aston Jakarta pada Kamis (20/11). Dalam risalah rapat yang ditandatangani Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, tertulis bahwa: Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU dalam waktu 3 hari sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU.

Selain itu, risalah rapat harian tersebut juga menegaskan bahwa jika batas waktu pengunduran diri tidak dipenuhi, Syuriyah PBNU berhak memberhentikan Gus Yahya dari kursi pimpinan organisasi.

Musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam memutuskan:

  1. KH. Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam waktu 3 (tiga) hari terhitung sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU.
  2. Jika dalam waktu 3 (tiga) hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Upaya pemakzulan Gus Yahya disebut-sebut terkait dengan kehadiran seorang akademikus internasional dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU). Akademikus yang dimaksud adalah Peter Berkowitz, yang menimbulkan perhatian karena latar belakang pemikirannya.

Berkowitz dikenal sebagai penulis buku Israel and The Struggle Over The International Laws of War, sebuah karya yang membahas pembelaan terhadap kebijakan Israel di tengah kritik dan kontroversi internasional. 

Kehadiran dan keterlibatannya dalam AKN NU memicu perdebatan di internal organisasi, terutama terkait dugaan afiliasi dengan jaringan yang dianggap berhubungan dengan Zionisme internasional. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya