Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPAT Harian Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Kamis, 20 November 2025, memutuskan bahwa Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) diminta mengundurkan diri dari jabatannya dalam waktu tiga hari. Keputusan itu diambil setelah Syuriyah menilai adanya pelanggaran nilai dasar organisasi serta indikasi persoalan tata kelola di tubuh PBNU.
Rapat yang digelar di Hotel Aston City Jakarta dan dihadiri 37 dari 53 pengurus itu menyimpulkan bahwa pengundangan narasumber yang dinilai terkait jaringan Zionisme internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) telah melanggar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi NU.
Syuriyah juga menilai pelaksanaan AKN NU di tengah praktik genosida dan kecaman dunia internasional terhadap Israel memenuhi ketentuan Pasal 8 huruf a Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13 Tahun 2025 mengenai pemberhentian fungsionaris yang melakukan perbuatan mencemarkan nama baik organisasi.
"Rapat memandang bahwa tata kelola keuangan di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengindikasikan pelanggaran terhadap hukum syara', ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Pasal 97-99 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama dan Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama yang berlaku, serta berimplikasi yang membahayakan pada eksistensi Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama," demikian keputusan tertulis yang ditandatangani KH Miftachul Akhyar tersebut.
Berikut isi lengkap kesimpulan rapat:
Media Indonesia mencoba mengonfirmasi isi risalah rapat tersebut kepada sejumlah pengurus Syuriah PBNU. Namun, belum direspons.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh pengurus NU dari tingkat pusat hingga ranting untuk tetap tenang dan menjaga suasana kondusif dalam menyikapi dinamika internal tersebut.
Gus Ipul menegaskan bahwa apa yang terjadi merupakan proses organisasi yang biasa dan sedang ditangani jajaran Syuriyah PBNU sesuai mekanisme internal.
“Ini dinamika organisasi yang sedang berjalan. Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terbawa arus berita yang menyesatkan, dan tidak memperbesar kesalahpahaman,” ujar Gus Ipul dikutip dari Antara, Jumat (21/11).
Ia meminta seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan untuk tetap berkonsolidasi, menjaga ukhuwah, serta menahan diri dari langkah atau pernyataan yang dapat memperkeruh keadaan.
“Ikuti seluruh perkembangan hanya melalui informasi resmi yang disampaikan jajaran Syuriah PBNU. Jangan terpengaruh kabar yang tidak jelas sumbernya,” kata dia (P-4)
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri puncak Harlah 100 Tahun NU meski persiapan kepresidenan telah dilakukan. PBNU menyebut pembatalan terjadi di saat terakhir karena tugas negara.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace yang diinisiasi Amerika Serikat sebagai langkah tepat.
PBNU menerima permohonan maaf Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, atas kelalaian dan ketidakcermatan dalam mengundang narasumber AKN-NU.
Empat tokoh penting PBNU yakni Rais Aam PBNU, Gus Ipul, Yahya Cholil Staquf, dan M Nuh melakukan pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Pondok Miftachus Sunnah, Surabaya, Minggu (28/12).
rekonsiliasi dinilai rasional untuk mengakhiri konflik PBNU. Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno menilai, kesepakatan menggelar Muktamar PBNU bersama dua kubu
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) merespons rapat pleno yang diinisiasi oleh Syuriyah PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, pada Selasa (9/12)
Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menggelar pertemuan setelah Dewan Syuriah PBNU yang meminta Gus Yahya mundur dari posisi Ketua PBNU.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran kepengurusan Nahdlatul Ulama, mulai dari tingkat pusat hingga ranting, agar tetap tenang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved