Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PENGEMUDI ojek online (driver ojol) bernama Affan Kurniawan menjadi korban dalam aksi yang berlangsung di Jakarta, Kamis (28/8) malam. Ia meninggal dunia karena dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, tepatnya di Kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Akibat kejadian itu, publik pun ramai-ramai mengecam perbuatan aparat kepolisian di Media Sosial, Publik pun ramai membicarakan harga mobil taktis yang digunakan Brimob dalam peristiwa tersebut. Beberapa di antara mereka bahkan mengungkap kekecewaan karena mobil tersebut dibeli dari pajak rakyat namun digunakan untuk mencelakakan rakyat.
"Kendaraan Rantis yang dibeli oleh pajak kita untuk menginjak kawan kita sampai meninggal, harganya hampir Rp1 triliun," tulis sebuah unggahan yang beredar di Media Sosial.
Unggahan itu turut menampilkan data dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), tercatat Polri memiliki setidaknya tujuh unit kendaraan taktis dengan harga fantastis. Nilainya berkisar antara Rp 149,9 miliar hingga yang termahal Rp 203,9 miliar per unit. Jika ditotal, anggaran yang digelontorkan hampir menyentuh Rp 1 triliun.
Dilihat dari video yang beredar, mobil taktis Brimob yang melindas driver ojek online itu diduga adalah rantis Rimueng. Berdasarkan data yang dihimpun, Rantis ini memiliki bobot mencapai 14 ton dan dirancang untuk menghadapi situasi berisiko tinggi, mulai dari pengendalian massa, pengamanan VVIP, hingga operasi di daerah konflik.
kendaraan ini mampu mengangkut total 12 orang dengan 4 orang dibagian dalam dan 8 orang berdiri di footstep kanan dan kiri bagian luar. Bodinya mengadopsi full body armor plate, alias bodi lapis baja. Kaca jendelanya pun kuat, dengan ketebalan NIJ level 3. Kendaraan mampu menahan tembakan senjata ringan. (H-2)
Prabowo juga menegaskan dirinya terkejut sekaligus kecewa atas tindakan aparat yang dinilai berlebihan
Prabowo juga ingin kasus ini dapat diusut secara tuntas. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan Korps Bhayangkara.
Pemerintah dan aparat kepolisian didesak mengusut tuntas kasus pelindasan seorang pengemudi ojek online oleh anggota Brimob dengan mobil rantis hingga tewas.
Gojek telah membantu penyediaan fasilitas ambulans, proses autopsi dan visum, serta akan memberikan santunan bagi keluarga korban sebagai bentuk dukungan.
Spanduk tersebut diduga dipasang sebagai bentuk kemarahan atas insiden demonstran ojek online yang dilindas kendaraan taktis (rantis) polisi.
Pergerakan massa dalam jumlah besar secara acak menyebar, membuat pengemudi rantis brimob harus menyapu pandangannya ke banyak titik untuk menghindari tabrakan.
Mobil Barracuda Brimob merupakan salah satu kendaraan taktis (rantis) yang digunakan oleh Korps Brimob Polri dalam berbagai operasi pengamanan.
Warganet berharap para anggota dewan tidak tuli dengan kematian Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas terlindas barracuda Brimob di tengah aksi unjuk rasa, Kamis (28/8) malam.
AFFAN Kurniawan, driver ojol yang tewas terlindas barracuda Brimob akan dimakamkan sekitar pukul 09.30 WIB di TPU Karet Bivak, Jakarta. Affan tewas pada Kamis (28/8) di Jalan Pejompongan.
Saat ini pelaku dikatakan sudah diamankan dan dalam proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Propam Polri dan Propam Brimob karena pelaku merupakan satuan asal dari Brimob
Video berdurasi 1 menit 30 detik itu heboh dan viral. Dalam tayangan videonya, terlihat barracuda Brimob melaju kencang diantara massa aksi.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved