Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Noudy R.P.Tendean menegaskan pentingnya penerapan standar mutu untuk menjamin kualitas rekomendasi kebijakan.
Noudy menekankan, kualitas rekomendasi kebijakan sangat menentukan efektivitas kebijakan yang akan ditetapkan. Maka dari itu, rekomendasi yang tidak berbasis data valid berisiko tidak tepat sasaran dan sulit diimplementasikan di lapangan. Kondisi demikian harus dihindari, salah satunya dengan menetapkan standar mutu yang tepat guna menjamin kualitas rekomendasi kebijakan yang lebih baik.
“Namanya rekomendasi kebijakan kan kita harapkan akan dituangkan menjadi suatu kebijakan oleh Bapak Menteri, apakah dalam bentuk keputusan menteri, peraturan menteri, surat edaran, ataupun dokumen naskah lainnya. Karena itu, kualitasnya harus terjamin,” tegas Noudy saat membuka rapat pembahasan instrumen penilaian kualitas rekomendasi kebijakan di Aula BSKDN pada Selasa (12/8).
Lebih lanjut, dia menjelaskan, BSKDN tengah mempersiapkan panduan atau pedoman baku terkait parameter kualitas rekomendasi kebijakan. Kehadiran pedoman ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat sehingga proses penjaminan mutu dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan konsisten.
“Bapak Kaban sudah beberapa kali mendorong pelaksanaan penjaminan mutu, tapi kita belum punya tools-nya. Maka dari itu, melalui rapat ini, kami berharap masukan dan saran dari seluruh peserta terkait standar yang akan kita jadikan pedoman,” ungkapnya.
Noudy menambahkan, penyusunan standar mutu rekomendasi kebijakan dapat mengacu pada praktik baik yang sudah dilakukan lembaga lain, seperti Lembaga Administrasi Negara (LAN) dengan Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) yang mereka kembangkan. Meski demikian, ia menekankan bahwa standar di BSKDN nantinya akan menyesuaikan dengan konteks tugas dan fungsi lembaga.
Dia juga menegaskan rekomendasi kebijakan yang berkualitas harus berbasis data akurat dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi. Dengan begitu, rekomendasi tersebut dapat menjadi landasan kuat dalam mengambil keputusan strategis. “Rekomendasi kebijakan juga harus memiliki basis data yang akurat sehingga nantinya bisa menjawab persoalan yang dihadapi,” pungkasnya. (M-3)
PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang sangat emosional saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 (Rakornas 2026).
Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berakar pada pemahaman sejarah dan pengabdian kepada rakyat di tengah kompleksitas Indonesia sebagai bangsa majemuk.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah ini bertujuan memperkuat sinergi kebijakan serta menyelaraskan program pembangunan nasional dengan kebutuhan daerah.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 sebagai forum konsolidasi.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu menilai, upaya meminimalkan perbedaan pandangan menjadi penting di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global.
PERDEBATAN tentang kecerdasan buatan kerap terjebak pada dua kutub ekstrem: optimisme teknologi yang nyaris tanpa syarat dan ketakutan apokaliptik yang berlebihan.
ANALIS komunikasi politik sekaligus pendiri KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensa), mengingatkan Danantara untuk segera membenahi strategi komunikasi publik dan kebijakan pengelolaan asetnya.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
PRAKTISI ekologi dari Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Maria Ratnaningsih menyoroti arah kebijakan pembangunan nasional yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keberlanjutan.
BSKDN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meneguhkan peran sebagai policy hub yang menjadi pusat konsolidasi pengetahuan, analisis strategis, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved