Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
PENGAKTIFAN kembali jabatan Wakil Panglima TNI dinilai menyimpan potensi tarik-ulur kewenangan di pucuk pimpinan militer. Pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengingatkan, jabatan ini bisa menjadi kekuatan strategis atau justru melahirkan 'matahari kembar' yang mengganggu soliditas TNI.
“Pertama, dari sisi urgensi, saya melihat bahwa konteks TNI saat ini sangat berbeda dibanding dua dekade lalu. Kita sedang berada dalam fase transformasi besar-besaran di tubuh TNI, baik dari aspek struktur organisasi, pembentukan komando baru, penguatan interoperabilitas tiga matra, maupun pembangunan sistem komando gabungan permanen. Semua ini tentu menambah beban koordinasi di tingkat strategis, khususnya di Mabes TNI,” ujarnya kepada awak media dikutip Minggu (10/8)
Dalam situasi seperti itu, lanjut Fahmi, jabatan Wakil Panglima menjadi relevan untuk menjawab kebutuhan manajemen strategis.
Hal itu juga bisa mendukung Panglima dalam mengoordinasikan matra, memastikan kesinambungan pelaksanaan kebijakan. “Jadi, urgensinya ada, selama fungsinya dirancang dan dijalankan secara tepat,” tegasnya.
Ia menilai, potensi jabatan ini strategis tetapi sangat bergantung pada bagaimana peran dan tugasnya didefinisikan secara tegas.
“Jika hanya diaktifkan sebagai jabatan simbolik atau pelengkap struktur, maka ia tidak akan efektif dan justru bisa menciptakan tumpang tindih dengan Panglima. Sebaliknya, jika Wakil Panglima diberi mandat khusus, misalnya sebagai penanggung jawab interoperabilitas, pengawasan program strategis lintas matra, atau pemimpin koordinasi antar-kotama dalam situasi darurat, maka ia bisa menjadi kekuatan tambahan yang sangat signifikan dalam sistem pertahanan kita,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan catatan penting soal pengisian jabatan ini. Salah satunya jabatan Wakil Panglima dijadikan jalur promosi dari bintang tiga ke bintang empat, bukan diisi oleh figur yang sebelumnya sudah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.
"Karena kalau tidak, bisa menimbulkan dua risiko 'matahari kembar’ jika terlalu kuat, atau ‘ban serep’ jika tidak diberi ruang fungsi nyata,” katanya.
Menurutnya, fungsi utama Wakil Panglima TNI, jika dirancang dengan baik, seharusnya meliputi pendampingan Panglima dalam merumuskan dan mengawasi kebijakan strategis TNI, mewakili Panglima dalam forum strategis tertentu, mengoordinasikan lintas matra dalam pelaksanaan operasi gabungan atau program modernisasi pertahanan, serta menjadi penghubung fungsional antara Mabes TNI dan matra-matra dalam pelaksanaan reformasi kelembagaan.
“Jadi, jabatan ini bisa sangat berguna, bahkan strategis, asalkan diisi oleh figur yang tepat, memiliki mandat yang jelas, dan diletakkan dalam kerangka besar transformasi TNI sebagaimana sedang diarahkan oleh Presiden Prabowo. Jika tidak, risikonya justru menjadi struktur pasif yang membebani anggaran dan tidak berkontribusi pada efektivitas institusi,” pungkasnya. (Far/P-3)
pengamat sarankan pengisian jabatan Wakil Panglima TNI seharusnya melalui jalur promosi agar mencegah matahari kembar di tubuh TNI.
ANALIS komunikasi politik menilai bahwa isu adanya 'Matahari Kembar' mencerminkan persepsi publik terhadap hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi).
Dua menteri dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menemui Jokowi.
Lalu terkait banyaknya Menteri dan Wakil Menteri aktif yang berkunjung ke kediaman pribadi Jokowi.
POLITIKUS Partai Gerindra yang juga Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, membantah adanya matahari kembar di dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
PRESIDEN Prabowo Subianto membatalkan kunjungan ke Tiongkok. Salah satu sebabnya ialah karena adanya dinamika di dalam negeri yang mendorong Kepala Negara untuk tetap berada di Tanah Air.
Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana ke Beijing, Tiongkok, pada awal September 2025. Keputusan diambil karena dinamika dan situasi dalam negeri yang memanas di sejumlah daerah
SEBANYAK 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam sepakat mendukung Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah dalam mengajak masyarakat kembali tenang.
Kapolri, Panglima TNI dan menteri-menteri terkait diminta untuk melakukan evaluasi dari peristiwa tersebut.
PRESIDEN Prabowo Subianto optimistis target penerima manfaat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 82,9 juta orang dapat tercapai di akhir tahun.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyindir eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer yang tersandung dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved