Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto membatalkan kunjungan ke Tiongkok. Salah satu sebabnya ialah karena adanya dinamika di dalam negeri yang mendorong Kepala Negara untuk tetap berada di Tanah Air.
"Karena dinamika di dalam negeri bapak Presiden ingin terus memantau secara langsung, beliau juga ingin terus memonitor secara langsung, kemudian juga ingin memimpin secara langsung dan mencari penyelesaian-penyelesaian yang terbaik," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dikutip pada Minggu (31/8).
Hal lain yang menjadi pertimbangan Prabowo untuk membatalkan kunjungan ke Tiongkok ialah adanya agenda lain yang dinilai lebih strategis. Prabowo diketahui akan menyampaikan pidato dalam dalam The United Nation General Assembly (UNGA) ke-80 pada 23 September 2025.
"Salah satunya adalah undangan untuk beliau menghadiri sidang tahunan PBB di New York, yang ini membuat salah satu pertimbangan bagi beliau di dalam memutuskan hadir atau tidaknya beliau memenuhi undangan dari pemerintah Tiongkok," tutur Prasetyo.
Untuk itu, lanjutnya, Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Tiongkok lantaran tidak dapat memenuhi undangan yang disampaikan oleh pemerintah Xi Jinping.
"Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan kerendahan hati dan dengan memohon maaf kepada pemerintah Tiongkok, beliau memutuskan untuk belum dapat menghadiri undangan dari pemerintah Tiongkok," pungkas Prasetyo. (H-4)
Sektor perumahan menjadi salah satu instrumen strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
PBNU mendukung Presiden Prabowo menghadiri KTT Board of Peace di AS untuk solusi Gaza. Gus Ulil sebut ini langkah diplomasi realistis meski menuai kritik.
Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan Air Chief Marshal Zaheer Ahmad Babar Sidhu bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka.
BANJIR bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Babakan Madang pada Rabu (11/2) sore diduga kuat dipicu oleh gundulnya hutan di hulu sehingga fungsi resapan hilang.
Dampak terparah terjadi di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti.
Pemerintah berhasil merampungkan pembangunan 5.500 unit rumah hunian, di mana 1.500 unit di antaranya selesai pada bulan pertama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved