Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA pemasyarakatan (lapas) diusulkan pasang pemblokir sinyal seluler atau signal jammer guna mencegah ponsel masuk ke lapas. Hal itu disampaikan Anggota Komisi XIII DPR Mafirion saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Komisi XIII DPR.
“Pak Dirjen saya pikir mungkin tahun ini beli jammer aja, jadi geser anggaran beli jammer aja, kan jammer itu ada yang radius-radiusnya cukup. Jadi kalau sudah jammer itu, masuk barang (ponsel), enggak bisa digunakan, seperti Nusa Kambangan kan," kata Mafirion di Ruang Komisi XIII DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/5).
Ia menilai jammer akan menyempitkan ruang gerak komunikasi dari dalam lapas. Khususnya komunikasi untuk mengendalikan peredaran narkotika.
“Mungkin ada uang (anggaran) yang digeser tahun ini, dibeli aja buat beberapa tempat, pasang itu, di tengah-tengah kan ada yang radius 10, 20, 30 meter, 100 meter itu lebih baik,” ucapnya.
Mafirion mengatakan para kelapa lapas juga tak perlu repot untuk melakukan razia ponsel. Razia berulang sejatinya dilakukan karena masih ada yang melakukan penggunaan ponsel oleh narapidana.
”Kalau kita begini terus, razia terus, di jammer aja, uji coba aja mungkin di 10 lapas, 20 lapas, itu pasti ampuh, dan itu harganya mulai 23 sampai 153 juta, tinggal beli yang murah aja dulu,” tambah dia.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenimipas, Kakanwil Ditjenpas Riau, Maizar mengaku bahwa praktik penyelundupan ponsel ke dalam lapas itu masih sering terjadi. Salah satu caranya yakni melibatkan oknum petugas.
“Sekarang yang sering terjadi ya bermain, jadi narapidana itu memanfaatkan petugas-petugas yang bisa dimanfaatkan,” ujar dia. (Fah/P-3)
Dalam disertasinya yang berjudul Konfigurasi Resiprokal Determinan, Pencegahan, dan Penanganan Kerusuhan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di Indonesia.
Meskipun diterjang bencana alam, Lapas Sibolga memastikan seluruh proses pengamanan berjalan baik.
PRODUKSI berbagai macam produk berbasis serabut kelapa di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jawa Barat menunjukkan capaian signifikan.
Banjir setinggi kurang lebih 50 cm masih menggenangi lingkungan lapas dan rutan di Sumatra Utara.
Saat ini terdapat sekitar 250.000 hingga 280.000 warga binaan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen telah terlibat dalam berbagai program kerja produktif di lapas.
Komisi XIII DPR RI sepakat membentuk panitia kerja (panja) untuk membenahi sistem pengawasan di lapas dan rutan usai maraknya peredaran narkoba
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved