Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MASUKNYA militer ke sejumlah perguruan tinggi akhir-akhir ini menuai kritik. Upaya itu dinilai sebagai langkah untuk mengendalikan mahasiswa yang dianggap sebagai pemicu instabilitas di mata Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Nicky Fahrizal berpendapat, masuknya TNI ke kampus lewat berbagai cara merupakan bagian dari militerisasi ruang publik atau ruang sipil, dalam hal ini ekosistem pendidikan.
Ia menjelaskan, militerisasi merupakan proses saat institusi sipil atau ruang publik mulai mengadopsi struktur, logika, budaya, maupun kekuatan militer. Tujuannya, sambung Nicky, adalah kendali atas ruang publik.
"Dalam sudut pandang kendali ruang, mahasiswa dapat dianggap oleh militer sebagai faktor munculnya instabilitas, maka perlu dikendalikan," terangnya kepada Media Indonesia, Kamis (3/4).
Kondisi yang terjadi saat ini, Nicky melanjutkan, berbeda dengan militerisme perguruan tinggi saat Orde Baru lewat kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK). Menurutnya, NKK/BKK dilakukan lewat birokrasi sipil berupa pengetatan ruang akademis, khususnya kegiatan mahasiswa.
"Kalau saat ini, bisa jadi adopsi atau transfer cara pandang militer secara praktis, seperti keunggulan, disiplin, dan ketaatan," ujar Nicky.
Lewat Undang-Undang TNI versi perubahan yang sudah disahkan, masuknya militer ke perguruan tinggi saat ini bukanlah bagian dari misi maupun operasi militer selain perang (OMSP). Nicky khawatir, kondisi saat ini justru akan mempersempit ruang gerak perguruan tinggi sebagai insititusi sipil.
Sejumlah perguruan tinggi yang sudah "dimasuki" militer antara lain Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Udayana (Udayana), dan kampus-kampus di Papua. Motifnya pun beragam.
Di Unsoed, misalnya, TNI melalui Kodim 0701/Banyumas memanggil pihak BEM sebagai bentuk merespon aksi penolakan terhadap Revisi Undang-Undang TNI pada 21 Maret lalu. Adapun Kodim 1707/Merauke melayangkan surat kepada Sekretariat Daerah Merauke untuk meminta data mahasiswa.
Sementara itu, Rektor Udayana I Ketut Sudarsana menjalin kerja sama dengan TNI melalui Panglima Kodam IX/Udayana Muhammad Zamroni atas nama Kepal Staf Angatan Darat yang salah satu isinya mewajibkan mahasiswa Udayana mengikuti pendidikan dan latihan bela negara untuk menanamkan nilai-nilai wawasan kebangsaan dan cita tanah air.
(Tri/P-3)
Kegiatan aksi bersih pantai di Kuta, Bali ini diikuti oleh sedikitnya 80 mahasiswa Melanesia yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Bali.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Bagi Muhammad Abdurrahman Azzam, masa kuliah justru menjadi pintu masuk untuk terlibat langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
Bantuan beasiswa dari ICMI ini ditujukan bagi mahasiswa UICI yang memiliki potensi akademik tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ada 10 tenant ZCorner di Universitas Wahid Hasyim Semarang yang siap melayani dan memanjakan lidah para mahasiswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved