Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KORPS Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memiliki berbagai batalyon. Setiap batalyon memiliki tugas dan spesialisasi masing-masing dalam menjaga wilayah kedaulatan Indonesia.
Batalyon-batalyon ini ditempatkan di berbagai daerah strategis untuk mengamankan wilayah perairan, pantai, dan pulau-pulau terluar Indonesia. Tentunya siap sedia dalam operasi tempur amfibi.
Belum tahu ada batalyon marinir apa aja di Indonesia? Memperingati HUT Korps Marinir yuks kita mengenal batalyon yang ada di marinir.
Batalyon Marinir yang berada di bawah komando Brigade Infanteri 1 Marinir :
Satuan dibawah Resimen Kavaleri 1 Marinir :
Satuan dibawah Resimen Artileri 1 Marinir :
Satuan dibawah Resimen Bantuan Tempur 1 Marinir :
(Pasmar 1/TNI AL/Z-3)
Semboyan "Jalesu Bhumyamca Jayamahe," yang dalam bahasa Sanskerta berarti "Di Laut dan di Darat Kita Menang," menggambarkan semangat tempur dan loyalitas prajurit Korps Marinir Indonesia.
Pasukan Komando Korps Operasi (KKO) adalah cikal bakal dari Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang kita kenal saat ini.
Marinir, pasukan amfibi yang kini dikenal mampu bertempur di laut dan darat, memiliki sejarah yang berlangsung selama ribuan tahun. Simak sejarahnya.
Pada HUT Korps Marinir Nasional yang jatuh pada 15 November, mari kita kenali lebih dalam tentang tugas dan fungsi mereka.
Komando Armada (Koarmada) TNI AL menurunkan sejumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista) untuk membantu pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam.
TNI AL menerjunkan prajurit Marinir ke masyarakat yang terdampak dari bencana tersebut kemudian untuk menghilangkan rasa trauma (trauma healing) mereka.
TNI AL mengerahkan lima KRI dengan tim medis, logistik, penyelamat, dan lima helikopter untuk mendukung operasi pencarian.
TNI Angkatan Laut segera mengerahkan sejumlah unsur dan pasukan untuk membantu penanganan bencana alam tanah longsor dan banjir di Sumut dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kapal tersebut diketahui tidak menyalakan AIS (Automatic Identification System) dan melintas di luar jalur navigasi yang semestinya, tepatnya di perairan Pulau Laut, Natuna.
TNI Angkatan Laut (AL) mengamankan dua kapal pengangkut nikel yang terindikasi melakukan pelanggaran di Perairan Mandiodo, Konawe Utara. Tujuan kapal itu PT.IMIP Morowali
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved