Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMASANGAN Anies Baswedan dan Sohibul Iman untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta dinilai kurang meningkatkan suara pemilih. Pengamat politik dan kebijakan publik Ray Rangkuti mengatakan baiknya Anies Baswedan dipasangkan dengan sosok nasionalis agar suara pemilih dapat bertambah.
"AMAN (Anies-Iman) itu seperti jalan di rumah sendiri. Anies itu pemilihnya orang PKS. Idola warga PKS ya Anies. Jadi kalau dipasangkan dengan orang PKS, itu sama jalan di rumah sendiri. Saya kira harus diperhatikan betul AMAN ini," kata Ray di Jakarta Pusat, Rabu (27/6)
"Saya kira pasangan AMAN ini tidak 'aman' di Jakarta. Potensi mereka tidak melebar, mereka menutup diri justru. Dengan memasangkan Anies dan Iman, itu artinya memasangkan dua orang yg bersaudara. Sulit," tambanya.
Baca juga : Anies Dipasangkan dengan Sohibul, PKB: Bisa Menutup Pintu Partai Lain
Ray mengatakan masyarakat Jakarta ingin ada sosok pemimpin yang mencerminkan pluralitas. Karena itu, baiknya Anies dapat dipasangkan oleh sosok yang di luar dari tokoh agamis.
Masyarakat jakarta menginginkan warna plural. Nasionalis agamis misalnya. Istilah saya itu sama saja mereka berkeliling di rumah sendiri. Potensinya saya kira (menjaring suara) di bawah 50 persen. PKS sendiri membutuhkan keteguhan dari partai lain," jelas Ray.
Setidaknya, PKS butuh empat kursi lagi untuk mendorong Anies jadi calon Gubernur Jakarta. Ray menyampaikan perlu ada negosiasi lebuh lanjut untuk memutuskan siapa calon wakil terbaik yang akan mendampingi Anies.
"Hari ini saya dengar melalui Instagram Anies akan mengomunikasikan pencalonan PKS ini. Bahasa saya sih bukan mengomunikasikan, dalam pengertian Anies mencari kekuatan politik yang memungkinkan untuk membatalkan ketetapan ini," ucap Ray.
Karena tidak strategis bagi Anies. Kalau Anies dipasangkan dengan Iman, ini pasangan AMAN yang tidak aman. Karena mereka mutar di rumah sendiri," pungkasnya. (Dis/Z-7)
Kepengurusan Baru PKS Seimbang Secara Struktural dan Kultural
Survei Indikator Politik Indonesia mencatat bahwa Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman belum mampu mendongkrak elektabilitas Anies Baswedan.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengajak PKB untuk berkoalisi mendukung pasangan Anies Baswedan-Mohamad Sohibul Iman di Pilgub DKI Jakarta.
Partai NasDem resmi mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur (cagub) pada Pilgub Jakarta 2024. Dukungan itu dipastikan tanpa syarat.
SEJUMLAH kandidat kuat bermunculan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta. Usai wacana menduetkan Anies Baswedan-Sohibul Iman, muncul duet lain seperti Kaesang Pangarep-Jusuf Hamka.
KEMUNCULAN Jusuf Hamka atau yang dikenal Babah Alun untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta dinilai memberi warna baru bagi kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Perludem menilai rencana DPR membahas terpisah revisi Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pilkada kemunduran demokrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved