Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMUS Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah negara dan bangsa Republik Indonesia yang terdiri dari lima sila. Pancasila yang dirumuskan Founding Fathers Indonesia memiliki kandungan nilai-nilai luhur Nusantara.
Setiap sila memiliki makna tersendiri dan mengatur pengamalannya di kehidupan sehari-hari. Sila pertama yang berbunyi 'Ketuhanan Yang Maha Esa' berarti bangsa yang religius, mempercayai Tuhan, menjalankan perintah dan larangan Tuhan.
Berdasarkan situs Kementerian Agama, ada 6 agama yang diakui di Indonesia. Keenam agama itu ialah Agama Islam, Agama Kristen, Agama Katolik, Agama Hindu, Agama Budha, dan Agama Khonghucu.
Baca juga : Romo Benny: Toleransi Harus Jadi Cara Berpikir Semua Generasi
Dengan adanya 6 agama itu, pastinya ada berbagai kitab, tempat beribadah, dan hari besar keagamaan. Keberagaman itu dan toleransi menjadi dasar dari sila pertama Pancasila.
Sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa mengacu pada keyakinan akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi landasan moralitas dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sila pertama Pancasila memiliki makna berupa pengakuan dari seluruh Bangsa Indonesia tentang adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta dan segala yang ada di dalamnya.
Baca juga : Resmikan Rumah Ibadah, Universitas Pancasila Wujudkan Kampus Multikulturalisme
Makna selanjutnya ialah menciptakan sikap individual agar senantiasa taat dalam menjalankan agama, seperti yang telah diatur dalam ajaran-ajaran yang telah diperintahkan.
Kemudian makna sila pertama adalah memberikan pengakuan serta kebebasan. Jadi, setiap warga negara secara individu maupun kelompok berhak memeluk agama yang dipercaya dan mengamalkan ajaran agama yang ia yakini, serta telah ditetapkan dalam hukum agama dan UUD.
Makna sila pertama yang keempat ialah tidak adanya unsur memaksa maupun keterpaksaan memeluk agama. Dimana setiap individu tidak boleh memaksa kelompok ataupun perorangan untuk ikut masuk ke dalam agama yang dianut seseorang tersebut.
Baca juga : Tanamkan Toleransi Beragama, Universitas Pancasila Resmikan Gereja Katolik di Kampus
Makna terakhir adalah menciptakan dan membangun pola hidup yang saling menghargai dan menghormati antar umat beragama, serta menghindari sikap-sikap yang tidak adil atau diskriminatif terhadap ajaran agama lain, sekalipun agama sendiri.
Nilai yang terkandung dalam sila pertama adalah masyarakat Indonesia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.
Masyarakat diharapkan dapat mengedepankan kerukunan umat beragama, menghormati keyakinan orang lain, dan tidak memaksakan agama tertentu kepada orang lain.
Contoh pengamalan sila pertama di lingkungan masyarakat dan keluarga:
Yuks kita terapkan dikeseharian. (Z-3)
Hukum mengucapkan Selamat Natal dari Muslim menurut Islam. Simak dalil Al-Qur’an dan perbedaan pendapat ulama secara lengkap.
Masjid Ramah Pemudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 untuk menghadirkan masjid sebagai ruang layanan publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Chico ini mengaku bersyukur dengan pengalaman pendidikannya di sekolah Katolik sejak SD hingga SMP, yang membuatnya memahami betul pentingnya toleransi.
KEMENTERIAN Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin atas komitmennya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
FKUB Maybrat menggelar KKR untuk memperkuat toleransi dan mengajak masyarakat menjaga kamtibmas jelang akhir tahun.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kebhinnekaan sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa saat menghadiri Penganugerahan Harmony Award 2025
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
KEMENTERIAN Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin atas komitmennya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Gen Z hidup di dua ruang sekaligus, yaitu dunia nyata yang penuh tuntutan dan dunia digital yang sarat perbandingan yang membuat ruang batin mereka mudah terdistraksi.
Kegiatan ini diinisiasi Kanwil Kemenag Sumbar bersama FKUB dan Kemenag Kota Padang sekaligus menjadi simbol nyata komitmen Sumbar merawat keragaman dan persatuan antar umat beragama.
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Azhar di Pekanbaru, Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved