Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DI TENGAH ketegangan global terkait krisis pangan, Indonesia memperkuat langkahnya dalam meningkatkan produksi pangan dan mencari sumber daya alternatif yang berkelanjutan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah potensi pengembangan singkong.
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel memimpin kunjungan ke sebuah pabrik tepung singkong di Pangkal Pinang, Bangka, dengan pesan penting bagi industri pangan Indonesia. Gobel menegaskan bahwa keberagaman bahan pangan, termasuk singkong dan tepungnya, merupakan bagian vital dari ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi.
Namun, Gobel juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap impor beras dan tepung singkong yang masih tinggi, meskipun Indonesia merupakan negara agraris. Dalam perbandingan dengan India dan Tiongkok, yang mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri, Indonesia masih jauh tertinggal, meskipun memiliki potensi alam yang melimpah.
Baca juga : Pemerintah Didorong Lakukan Transformasi untuk Atasi Krisis Pangan
"Indonesia harus menemukan solusi dalam produksi pangan dan mencari berbagai alternatif sumber pangan," ungkap Gobel. Menurutnya, singkong memiliki keunggulan kesehatan dibandingkan beras dan gandum, serta berperan penting dalam industri pangan, seperti pembuatan bakso, nuget, mi, dan berbagai produk makanan lainnya.
Lebih lanjut, Gobel menyoroti potensi ekonomi dari pengembangan singkong, yang tidak hanya meningkatkan kemandirian pangan tetapi juga dapat menjadi sumber devisa bagi negara. Dia juga menekankan pentingnya pembangunan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, pemilik pabrik tepung singkong Gunung Pelawan di Pangkal Pinang, Fitriato, mengungkapkan langkah-langkah progresif yang diambil pabriknya dalam menerapkan konsep industri ramah lingkungan. Dengan melibatkan karyawan dan petani setempat, serta menerapkan prinsip zero waste dan penggunaan energi mandiri, pabrik ini menjadi contoh dalam upaya menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.
Dengan demikian, Indonesia terus mengejar visi untuk menjadi pemain utama dalam produksi pangan regional dengan memanfaatkan potensi lokal, seperti singkong, dan menggali berbagai inovasi untuk mencapai kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. (Z-10)
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan, namun kini dibudidayakan luas di negara tropis seperti Indonesia, Thailand, dan Brasil. Bagian yang dimanfaatkan adalah umbi dan daunnya.
UMKM Monalisa memanfaatkan potensi singkong menjadi tepung mocaf (Modified Cassava Flour) yang memiliki permintaan pasar yang luas dan nilai tambah ekonomi yang signifikan.
Petani lokal di Desa Cikarawang berhasil mengolah singkong menjadi berbagai produk inovatif, termasuk bioplastik ramah lingkungan yang telah diekspor ke pasar global, termasuk Jepang.
Universitas Nasional memberikan bantuan mesin parut singkong kepada perajin industri tapioka di Bogor Utara demi tingkatkan produktivitas dan kualitas.
Masyarakat Cireundeu sudah lama menjadikan singkong sebagai bahan pangan utama yang diolah menjadi beras singkong
Singkong yang diolah menjadi beras merupakan alternatif yang aman bagi penderita diabetes karena memiliki serat tinggi dan indeks glikemik rendah.
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Peneliti ciptakan alat 'Stomata In-Sight' untuk mengamati pori-pori daun saat bernapas. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tanaman yang lebih hemat air.
PEMERINTAH Kabupaten Pati secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah seluas 5,2 hektare kepada Perum Bulog.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Pemkab Sumedang membantu penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih dan perbaikan irigasi.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved