Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengungkapkan alasan dirinya bertanya kepada capres nomor urut 1 Anies Baswedan mengenai bantuan sosial (bansos) dalam debat capres yang dihelat di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2).
Ia mengaku hanya ingin memberikan pertanyaan aktual terkait isu yang beredar di publik saat ini. Ganjar melihat ada dugaan upaya politisasi dari kebijakan bantuan sosial yang dilakukan suatu kelompok. Padahal, bantuan tersebut berasal dari anggaran negara.
"Ketika terjadi klaim yang begitu masif, ketika anggaran juga besar, dan pemberiannya frekuensinya lebih banyak lagi di awal-awal tahun ini, tentu saja kami menanyakan itu agar publik bisa tahu ada apa sebenarnya," ujar Ganjar usai debat berlangsung.
Baca juga : Anies Baswedan: Bansos itu Manfaatnya untuk Penerima, bukan Pemberi
Ganjar mengatakan saat ini data bansos masih belum sempurna. Menurutnya, masih banyak warga yang shearusnya memperoleh bantuan justru tidak mendapatkannya.
"Data juga belum terlalu bagus. Masih banyak masyarakat yang tidak dapat dan sekarang semua menyampaikan itu. Oleh karena itu wajar jika menjadi pertanyaan," tuturnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam debat terakhir, Ganjar bertanya kepada Anies terkait program bansos yang seakan-akan diklaim merupakan program dari satu orang atau kelompok tertentu.
Baca juga : Prabowo Akhiri Debat dengan Minta Maaf
"Pak Anies, kita mau tanya soal bansos karena menurut saya bansos ini adalah kewajiban negara dan rakyat berhak mendapatkannya. Tapi kita punya problem, karena banyak klaim yang diberikan seolah-olah ini bantuan orang per orang, kelompok," ucapnya.
"Menurut Pak Anies, kira-kira bagaimana tata kelola bansos agar tidak saling klaim dan bisa tepat sasaran? Kemudian tidak menimbulkan kecemburuan-kecemburuan? Sehingga inilah satu harapan yang bisa betul-betul bisa diterima oleh rakyat," imbuh Ganjar memaparkan pertanyaan. (Ant/Z-11)
DALAM waktu kurang dari 54 hari, nasib Wakil Presiden Kamala Harris dan Donald Trump ditentukan saat rakyat Amerika memberikan suara mereka pada pemilu 2024.
DEBAT sengit antara Wakil Presiden AS Kamala Harris dan mantan presiden Donald Trump pada Selasa (10/9) malam membahas isu ekonomi, imigrasi, aborsi, demokrasi, dan perubahan iklim.
MODERATOR debat presiden, Selasa (10/9), mengizinkan Wakil Presiden Amerika Seikat (AS) Kamala Harris mengulang klaim palsu tentang pemerkosaan pada 7 Oktober.
Kedua kandidat capres ini belum pernah bertemu sebelumnya dan perdebatan diduga akan berlangsung dengan gaya yang kontras.
Anies akan mendapatkan elektoral dari debat. Ini akan mempengaruhi mereka semakin mantap untuk menentukan pilihannya ke pasangan Anies-Muhaimin
Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Timnas Amin) mengaku bergembira jika Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud setuju dengan perubahan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi bahkan, jika diperlukan, mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat dalam aksi tawuran.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta mengusulkan evaluasi hingga pencabutan bansos bagi keluarga pelaku tawuran sebagai langkah tegas menekan aksi kekerasan di Jakarta.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu.
Gaji guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tercatat hanya Rp300 ribu per bulan, menjadikannya salah satu isu yang paling disorot publik.
Transaksi judi online bagi 12.402 KPM bansos dengan kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
Pemerintah kembali menyalurkan BLT Kesra 2025 senilai Rp900 bagi masyarakat berpenghasilan rendan (MBR) dan rentan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved