Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA puluh hari menjelang akhir masa kampanye, Relawan Solidaritas Anak Muda untuk Keberagaman dan Toleransi Indonesia atau Sakti menggelar Kick Off Gerakan Door to Door 2 Juta Rumah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategi efektif guna menggaet suara dalam rangka memenangkan pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka satu putaran di Pemilu 2024. Rangkaian kerja taktis tersebut diawali dengan kick off yang dipusatkan di Kota Solo, tepatnya di The Sunan Hotel, Kamis (11/1).
Pembina Sakti, Stefanus Gusma, menerangkan kelompok ini merupakan gabungan orang muda lintas agama dan organisasi yang peduli nasib bangsa dan saat ini berupaya memberikan dukungan konkret kepada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Dwitunggal Prabowo – Gibran ini merupakan paket yang komplit dengan visi dan 8 misi yang disebut Asta Cita dengan 17 Program Prioritas dan 8 Program Hasil Terbaik Cepat merupakan solusi yang relevan dengan kebutuhan dan persoalan bangsa hari ini. Gagasan tersebut kami nilai tepat untuk mengawal kemajuan Indonesia di masa mendatang,” ujar Gusma.
Baca juga: Polri Terima 13 Laporan dari Bawaslu Kasus Pelanggaran Pemilu
Gusma pun menjelaskan, hari ini, pasangan Prabowo – Gibran mengusung semangat persatuan. Hal itu tercermin dari langkah nyata pasangan ini dengan mengajak putra – putri terbaik bangsa dari semua latar belakang yang memiliki kesamaan tekad untuk bekerjasama dalam membangun bangsa.
“Dengan dasar fondasi kuat yang dibangun oleh kepemimpinan Presiden Jokowi dengan tujuan yang jelas, yakni Indonesia 2045, tentu dibutuhkan soliditas berbagai elemen untuk melangkah menuju pintu gerbang kemajuan bangsa,” jelas Gusma.
Selain itu, Gusma menilai akselerasi pergerakan lapangan sangatlah diperlukan untuk dapat memenangkan satu putaran dan memperkuat resonansi pemilu dengan gembira, keberlanjutan dan akselerasi keberhasilan program pembangunan yang telah ditorehkan Presiden Jokowi.
Baca juga: Kemenangan Anies-Muhaimin Dinilai Makin Terlihat setelah JK Turun Gunung
“Akselerasi pergerakan lapangan melalui kick off menjadi prioritas utama untuk mewujudkan target kemenangan satu putaran. Faktanya, hasil survei dari berbagai lembaga survei dimana pasangan Prabowo – Gibran dominan menempati posisi unggul dan tingkat elektabilitasnya cenderung naik sehingga sangat memungkinkan untuk memenangkan pertarungan dalam satu putaran”, ungkap Gusma.
Gusma memandang Gerakan Door To Door amatlah penting untuk memperkuat resonansi kemenangan Prabowo – Gibran dengan target satu putaran. Langkah ini dijalankan melalui gerak nyata mendatangi 2 Juta rumah dan menyapa langsung masyarakat. Harapannya, langkah ini semakin mendekatkan figur Prabowo – Gibran dengan arus bawah sekaligus menangkis isu negatif, hoaks, dan fitnah yang ditujukan kepada Prabowo – Gibran.
Acara kick off ini turut dihadiri Cawapres Gibran Rakabuming Raka.
“Kehadiran Mas Gibran dalam Kick Off Gerakan Door to Door ini amatlah penting untuk memompa semangat para Relawan Sakti yang nantinya akan terjun ke lapangan menjadi duta Prabowo – Gibran,” kata Gusma.
Gibran, dalam sapaannya, menyampaikan visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Di hadapan para pendukung, ia juga menjelaskan beberapa program yang akan diwujudkan bersama Prabowo. Di antaranya Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan. Termasuk juga program khusus untuk anak-anak seperti susu dan makan siang gratis.
“Kami punya perhatian pada anak-anak. Karena mereka diharapkan menjadi generasi emas 2045,” ujarnya.
Kepada relawan Sakti Door to Door, Gibran juga meminta untuk berkampanye dengan sejuk dan damai, tidak terpancing pada isu-isu negatif, termasuk tidak menjelekan Paslon yang lainnya.
“Kita fokus berkmpanye pada program-program kita kedepannya. Tidak terpancing pada isu-isu negatif apalagi menjelakan sesama paslon lainnya,” tegas Gibran.
Selain mendengarkan arahan dari Mas Gibran, agenda dalam kegiatan ini adalah pembekalan bagi para relawan. Penguatan dan pembekalan dilakukan kepada relawan yang disiapkan bergerak dengan memberikan penjelasan langsung berkaitan dengan visi, misi, dan program prioritas serta program terbaik cepat. Harapannya, relawan mampu menjelaskan gagasan tersebut kepada para pemilih, khususnya di wilayah prioritas dan strategis. (RO/Z-1)
Dalam penyusunan Peraturan KPU (PKPU), termasuk aturan soal keterwakilan 30% perempuan dalam pencalonan legislatif dan syarat pencalonan mantan narapidana.
PENYELENGGARAAN Pemilu 2024 menuai sorotan, kali ini bukan hanya soal teknis kepemiluan, melainkan juga persoalan etika dan gaya hidup mewah para komisioner KPU.
KONTESTASI Pemilu 2024 meninggalkan catatan kelam, khususnya dalam penyelenggaraan pemilu di luar negeri, mulai dari tahap prapemungutan suara, pemungutan, hingga pascapemungutan.
Mantan Wapres AS Kamala Haris mengkritik Joe Biden dalam memoarnya. Ia menyebut keputusan Biden mencalonkan diri pada Pemilu 2024 sebagai tindakan nekat.
KPU RI melakukan kontrak dengan broker Alfalima Cakrawala Indonesia untuk penyewaan private jet.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bawa penyewaan pesawat jet saat pelaksanaan Pemilu 2024 dilakukan sebagai langkah operasional strategis dalam situasi luar biasa.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved