Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Rahmat Bagja mengatakan pihaknya masih menunggu tindak lanjut pihak kepolisian atas dugaan penistaan agama terkait pelecehan gerakan salat yang dilakukan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Hasil penyidikan pihak kepolisian bakal menjadi rujukan Bawaslu untuk mengusut dugaan pelanggaran oleh Zulhas yang merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).
Meski belum dapat menindak, Bawaslu menyilakan masyarakat yang keberatan dengan pernyataan Zulhas untuk melapor ke polisi. "Silakan saja masyarakat (melapor) jika kemudian terganggu dengan ucapan beliau (Zulhas)," katanya saat ditemui di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (28/12).
Sejauh ini, Bagja hanya mengingatkan semua pejabat negara, termasuk menteri, untuk berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terutama dalam forum resmi kenegaraan. Bawaslu, sambungnya, dapat menindak dugaan pelanggaran yang dilakukan Zulhas penyalahgunaan fasilitas negara.
Baca juga: Zulhas Harus Minta Maaf Secara Terbuka
Dugaan pelecehan gerakan salat sendiri dilakukan Zulhas dalam kapasitasnya sebaai Mendag saat agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/12).
Dalam acara itu, Zulhas menyebut adanya fenomena masyarakat yang saat tak lagi menghayuti ucapan amin saat salat maghrib. Menurutnya, diamnya ucapan amin saat salat dilatarbelakangi rasa cinta kepada calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto.
Baca juga: MUI Diminta Gelar Uji Fatwa Terkait Candaan Zulhas
Konteks politik Indonesia kekinian merujuk Amin sebagai akronim Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1. Selain bacaan amin, Zulhas juga menyinggung gerakan tahiyat atau duduk dalam salat yang diselingi penunjukkan jari telunjuk.
"Itu kalau tahiyatul akhir awalnya gini (menunjukan jari telunjuk), sekarang jadi gini (menunjukkan dua jari, telunjuk dan tengah)," kata Zulhas. (Z-3)
Usai pemeriksaan yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026), Pandji Pragiwaksono menegaskan bahwa dirinya tidak merasa melakukan pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan.
Diketahui, dalam proses penyelidikan penyidik telah memeriksa pelapor dan saksi dari pelapor. Kemudian, memeriksa ahli. Total ada enam laporan masuk terhadap Pandji di Polda Metro Jaya.
Dari lima laporan yang masuk salah satu di antaranya dilayangkan oleh Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus Aliansi Pemuda Muhammadiyahh, Rizki Abdul Rahman Wahid.
Hal ini buntut pernyataan Eggi yang mengibaratkan pertemuan dengan Jokowi di Solo, Jawa Tengah seperti kisah Nabi Musa AS mendatangi Firaun.
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait materi 'Mens Rea' yang menyinggung NU dan Muhammadiyah. Simak kronologi dan pasal yang disangkakan.
Rizki juga menjelaskan dalam narasinya terlapor menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
PSI mengatakan keputusan soal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2029 akan diserahkan pada presiden.
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons soal wacana mengenai pilpres 2029 yang mana Presiden Prabowo Subianto dipasangkan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong optimalisasi distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjangkau kelompok rentan.
Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas cakupannya dengan jumlah penerima manfaat yang kini telah menembus angka 60 juta orang
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved