Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) RI mengklaim pihaknya tidak ikut-ikutan dalam menentukan pertanyaan yang disiapkan panelis untuk debat calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) , Selasa (12/12).
Komisioner KPU RI August Melasz menjelaskan pihaknya hanya memberi arahan kepada para panelis agar pertanyaannya tidak out of context dari bahasan.
Diketahui, debat pertama dengan tema pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga akan diselenggarakan di Kantor KPU RI dan ditayangkan secara langsung di TVRI dan RRI.
Baca juga: KPU Jamin Susunan Pertanyaan Debat tidak Bocor
“Kalau pembuatan pertanyaannya murni di para ahli. Kalau KPU kan sebenarnya memfasilitasi apa namanya kebutuhan debat ini dengan topik tertentu itu harus diserahkan ke pihak-pihak yang punya kualifikasi,” terang August, Minggu (10/12).
“Kalau KPU sendiri kan hukan ahli hukum, bukan ahli hak asasi manusia, begitu,” ungkapnya.
August membeberkan setelah pertanyaan dari panelis rampung akan disegel dan akan diserahkan kepada moderator.
Baca juga: Anak Ganjar Pastikan Tak Terjun ke Politik Bila Ayahnya Masih Berpolitik
Maka, kata August, pihaknya tak pernah mengetahui isi pertanyaannya yang telah disiapkan panelis untuk debat capres-cawapres.
“Itulah kemudian panelis itu juga menandatangani pakta integritas, di sana untuk tidak membocorkan, untuk menjaga pertanyaan agar tidak bocor,” tandasnya.
Adapun KPU resmi menetapkan 11 panelis yang bakal menyusun pertanyaan pada debat calon presiden (capres) perdana. Mereka terdiri dari akademisi di bidang politik dan hukum.
August menguraikan, ke-11 orang itu adalah pakar ilmu politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Mada Sukmajati; pakar ilmu politik Universitas Nusa Cendana Rudi Rohi; dan ahli hukum tata negara Univesitas Diponegoro, Lita Tyesta ALW.
Berikutnya pakar hukum Universitas Andalas Khairul Fahmi; pakar hukum tata negara Universitas Sebelas Maret Agus Riewanto; pakar hukum tata negara Universitas Padjajaran Susi Dwi Harijanti; dan guru besar Universitas Jember Bayu Dwi Anggono.
Lalu, Ketua Komnas HAM 2017-2020 Ahmad Taufan Damanik; guru besar studi agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Al Makin; Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto; dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, Wawan Mas’udi. (Z-1)
Asah logika & retorika! Debat bukan hanya adu argumen, tapi seni berpikir kritis & komunikasi efektif. Pelajari tujuannya!
Asah logika! Argumen tajam, analisis mendalam. Temukan kekuatan persuasi & raih kemenangan intelektual.
Debat pamungkas (ketiga) pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah diperkirakan akan berlangsung seru.
Polda Metro Jaya mengerahkan 1.516 personel demi mengamankan acara debat pamungkas Pilgub DKI Jakarta.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta bakal menghadirkan hal baru dalam debat ketiga sekaligus debat terakhir pemilihan gubernur-wakil gubernur pada Minggu (17/11) besok.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang kembali menggelar debat publik kedua dalam rangka pemilihan kepala daerah (Pilkada) untuk memilih wali kota Padang.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved