Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI semua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) telah menyuarakan aspirasi agar pemilihan umum (pemilu) berjalan secara jujur, implementasinya di lapangan disangsikan oleh sejumlah pihak.
Terlebih, Presiden Joko Widodo sudah menunjukkan ketidaknetralannya karena condong mendukung salah satu pasangan tertentu, yakni Prabowo Subianto yang berpasangan dengan putra sulungnya, yakni Gibran Rakabuming Raka.
"Bagaimana Anda bisa mengatakan bahwa pemilu ini akan berjalan dengan baik kalau kemudian salah satu pasangan calon itu bahkan di-endorse oleh Presiden sendiri?" kata pengamat politik senior, Ikrar Nusa Bhakti, kepada Media Indonesia, Rabu (15/11).
Baca juga: Bawaslu Dalami Pakta Integritas Pj Bupati Sorong untuk Menangkan Ganjar
Salah satu fenomena yang disorotinya adalah dugaan pengerahan aparat dalam pemasangan baliho pasangan Prabowo-Gibran di Jawa Timur. Sementara di daerah lain, terjadi fenomena pencopotan baliho pasangan capres-cawapres lainnya. Ikrar mengingatkan, Presiden memiliki executive order sampai hari H pemungutan suara pada 14 Februari 2024.
Di samping itu, hanya ada tiga institusi yang memiliki jaringan sampai ke semua wilayah, yakni birokrasi pemerintahan melalui Kementerian Dalam Negeri, TNI sampai ke tingkat Babinsa, dan Polri sampai ke tingkat Bhabinkamtibmas. Ikrar mengajak semua pihak untuk berani melawan kesewenang-wenangan dalam kontestasi Pemilu 2024, terutama yang dilakukan aparat.
Baca juga: Kemendagri Mengaku tidak Tahu soal Pakta Integritas Pj untuk Menangkan Ganjar
"Hanya ada satu kata, 'Lawan!' Lawan kesewenang-wenangan," ujarnya.
Ikrar sendiri menyayangkan konsolidasi demokrasi yang sudah berjalan selama 25 tahun sejak Reformasi harus terganjal dengan dinamika politik di Tanah Air belakangan. Padahal, ia melanjutkan, Indonesia tinggal selangkah lagi menuju mature democracy yang lebih substansial.
Sayangnya, Jokowi yang tidak pernah ikut dalam gerakan Reformasi politik justru menggunakan kesempatannya sebagai Presiden untuk menjadikan Indonesia terasa seperti kerajaan.
Berkaca dari sambutan capres-cawapres usai pengundian nomor urut di Kantor KPU RI, Selasa (14/11) malam, Ikrar menyebut tiap pasangan menyampaikan pesan yang berbeda. Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, misalnya, mengharapkan gelaran Pemilu Presiden 2024 dapat berjalan seperti pertandingan sepak bola yang dinikmati semua orang.
"Prabowo kan cuma bicara mengenai bahwa ini negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, terus kemudian saya (Prabowo)sepakat dengan pasangan calon nomor satu," sambungnya.
Adapun sambutan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dinilai paling keras karena menyinggung bahwa demokrasi tidak sedang baik-baik saja. Sebab, iklim demokrasi tersebut turut dirasakan oleh berbagai kelompok masyarakat. (Tri/Z-7)
Presiden Prabowo Subianto menuturkan dirinya tidak menaruh dendam pada Anies Baswedan, orang yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan presiden di 2024.
Megawati kembali mengungkit soal kekalahan Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan meyakini bahwa ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif
PARTISIPASI pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Padang tahun 2024 tercatat hanya 49 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).
KETUA PARA Syndicate Ari Nurcahyo menyebut Pilkada Serentak 2024 merupakan pertarungan antara Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Megawati Soekarnoputri.
Pentingnya kepedulian anak-anak muda terhadap perhelatan pilkada mendatang.
DINAMIKA politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 kian panas. Adanya pertemuan antara Joko Widodo dengan salah satu pasangan calon Pilkada Jakarta,
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved