Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNYATAAN Presiden Joko Widodo belakangan ini terkait Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dinilai bias dan kontradiktif. Saat memberikan sambutan di acara HUT Partai Golkar ke-59, Senin (6/11), Jokowi menyinggung terlalu banyak drama korea dan sinetron jelang Pemilu 2024 dari masing-masing kubu.
Sementara itu, saat membuka Rapat Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggara Pemilu bertajuk 'Mewujudkan Pemilu Berintegritas' yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Rabu (8/11), Presiden mengingatkan semua pihak untuk jangan mencoba-coba intervensi jalannya pemilu.
Komentar-komentar itu dilayangkan setelah putra sulung Jokowi sekaligus Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, didaftarkan sebagai bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto. Gibran yang masih berusia 36 tahun itu dapat ikut kontestasi Pemilu Presiden 2024 setelah Mahkamah Konstitusi (MK) yang sebelumya diketuai Anwar Usman, adik ipar Jokowi, mengubah norma 40 tahun sebagai syarat usia minimal capres-cawapres.
Baca juga: Jokowi: Demokrasi tidak Saling Pecah-Belah, Akhir-Akhir Ini Terlalu Banyak Drama
Peneliti pada Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia Wawan Kurniawan berpendapat, pernyataan Jokowi tersebut menunjukkan adanya authority bias atau bias otoritas, yakni upaya seseorang menggunakan otoritasnya untuk mendukung apa yang ingin dituju atau didapatkan.
Menurut Wawan, rentetan pencalonan Gibran lewat 'karpet merah' MK serta kecenderungan Jokowi mendukung Prabowo adalah bagian dari yang ingin dicapai Jokowi untuk melanjutkan kekuasaan. "Jokowi punya power untuk menyampaikan pendapat itu, meskipun di satu sisi itu adalah sesuatu yang kontradiktif," terangnya kepada Media Indonesia, Kamis (9/11).
Baca juga: Jokowi Enggan Komentari Pemberhentian Iparnya Anwar Usman dari Jabatan Ketua MK
Wawan berpendapat, peringatan Jokowi soal intervensi pemilu dapat dimaknai sebagai usaha Kepala Negara untuk menetralkan situasi. Namun, masyarakat yang menerima pernyataan itu berasal dari pendukung dan kalangan yang tidak kritis. Di sisi lain, masyarakat yang sudah kritis dalam memaknai pergerakan Jokowi akan membacanya dengan berbeda.
"Tentu ada kecurigaan-kecurigaan bahwa ini adalah desain tertentu atau hanya strategi politik atau semacam statemen politik, itu bisa terbaca," tandas Wawan.
Terpisah, dosen komunikasi politik Universitas Gadjah Mada dan Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies Nyarwi Ahmad mengatakan publik tidak hanya melihat apa yang disampaikan, tapi juga menafsirkan yang dilakukan Jokowi dan keluarganya. Menurutnya, apa yang disampaikan Jokowi seringkali tindak sesuai dengan yang dilakukan.
Bagi Nyarwi, yang lebih penting untuk disoroti ketimbang intervensi pemilu adalah potensi penyalahgunaan kekuasaan yang sifatnya langsung maupun tidak langsung dari para aktor politik di jantung kekuasaan Jokowi.
"Mulai dari para menteri, wantimpres, termasuk Presiden Jokowi, yang menjadi ayah dari Gibran, bakal cawapres Prabowo," pungkasnya. (Tri/Z-7)
Dalam penyusunan Peraturan KPU (PKPU), termasuk aturan soal keterwakilan 30% perempuan dalam pencalonan legislatif dan syarat pencalonan mantan narapidana.
PENYELENGGARAAN Pemilu 2024 menuai sorotan, kali ini bukan hanya soal teknis kepemiluan, melainkan juga persoalan etika dan gaya hidup mewah para komisioner KPU.
KONTESTASI Pemilu 2024 meninggalkan catatan kelam, khususnya dalam penyelenggaraan pemilu di luar negeri, mulai dari tahap prapemungutan suara, pemungutan, hingga pascapemungutan.
Mantan Wapres AS Kamala Haris mengkritik Joe Biden dalam memoarnya. Ia menyebut keputusan Biden mencalonkan diri pada Pemilu 2024 sebagai tindakan nekat.
KPU RI melakukan kontrak dengan broker Alfalima Cakrawala Indonesia untuk penyewaan private jet.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bawa penyewaan pesawat jet saat pelaksanaan Pemilu 2024 dilakukan sebagai langkah operasional strategis dalam situasi luar biasa.
Jika nantinya terjadi perubahan desain pilkada menjadi tidak langsung, mekanisme tersebut akan tetap menjamin partisipasi publik secara maksimal dan transparan.
WAKIL Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengungkapkan pihaknya merekomendasikan pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kepada DPRD.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menegaskan kesetiaan mutlak kepada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengonfirmasi bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, telah mengganti Musa Rajekshah atau Ijeck
Partai Golkar Kabupaten Bogor mengumumkan partisipasi dalam gerakan kemanusiaan penggalangan dana untuk korban bencana di Sumatra dan Aceh.
Partai Golkar kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatra Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved