Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono menjadi pembicara dalam Diskusi Kebangsaan Bersama Mahasiswa dan Mahasiswi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Modern Ngawi, Penerima Bidikmisi EBY.
Selain para mahasiswa penerima Bidikmisi EBY, kegiatan diskusi kebangsaan tersebut juga turut diikuti oleh para mahasiswa umum lainnya. Dalam sambutannya, pria yang kerap disapa Ibas ini menceritakan kisah inspiratif tentang Raeni, mahasiswi penerima program Bidikmisi yang berhasil melanjutkan pendidikan S3 di University of Birmingham, Inggris.
Dalam penuturannya, Ibas menjelaskan bahwa Raeni adalah anak seorang tukang becak yang berasal dari kota kecil, Kendal, Jawa Tengah. Ia pertama kali mendapatkan program bidikmisi di era SBY, tahun 2014. Raeni berhasil menyelesaikan studi S1 selama 3 tahun 6 bulan dengan IPK nyaris sempurna, yaitu 3,96.
Baca juga : Ibas Apresiasi Kinerja PGEO Wujudkan Energi Bersih
“Tidak ada yang tidak mungkin, jika adik-adik memiliki kawan atau saudara di mana pun, di pelosok, di pesisir, jika ada yang kesulitan untuk melanjutkan sekolah pendidikan, tolong sampaikan pada kami. Mas Ibas sebagai wakil rakyat siap menyerap dan mengawal aspirasi adik-adik sekalian berkaitan dengan program beasiswa, baik di tingkat SD, SMP, SMA/K, hingga perkuliahan, agar adik-adik semua tidak pernah putus kuliah,” tutur Ibas.
Baca juga : Ibas Raih Penghargaan Tokoh Aspiratif dan Peduli Kesejahteraan Masyarakat
Mengutip kalimat Raeni, Ibas menyampaikan pentingnya mengenyam pendidikan di bangku universitas. Pemerintah sudah menyiapkan fasilitas mulai dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai sarana bagi siswa yang kurang mampu untuk bisa kuliah.
“Jangan memutuskan untuk tidak kuliah hanya karena berasal dari keluarga yang tidak mampu. Saat ini pemerintah sudah menyiapkan banyak fasilitas, salah satunya KIP Kuliah bagi siswa yang kurang mampu untuk bisa kuliah.”
Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur ini juga mengingatkan, hal terpenting dan paling hakiki adalah jangan berhenti untuk belajar. Kemampuan untuk menguatkan niat agar bisa melanjutkan kuliah adalah salah satu langkah untuk mendapatkan ilmu yang luar biasa di masa depan.
“Lulus S1 perguruan tinggi nanti, Mas Ibas berharap kalian kembali belajar, kejar cita-citanya, lanjutkan hingga perguruan tinggi mengambil S2 maupun S3. Kalau sudah lulus, bukan berarti kita tidak belajar, dan bukan berarti ilmu kita sudah selesai. Ilmu yang terbaik berasal dari universitas yang abadi, yaitu kehidupan kita,” pesan Ibas.
Ibas berpesan agar para mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi EBY untuk terus mengejar cita-cita dan melakukan riset yang bisa bermanfaat untuk masyarakat luas. Terus tekun mengembangkan ilmu yang terbaik. Ibas pun siap mendukung para mahasiswa untuk terus melanjutkan pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri.
“Kalaupun berminat melanjutkan kuliah ke luar negeri, persiapkan sejak sekarang, ada beasiswa LPDP yang siap memfasilitasi. Persiapkan diri sebaik-baiknya, pelajari persyaratannya, pahami proses pembelajarannya, termasuk belajar bahasa asing di negara yang dituju,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ibas juga berbicara tentang kesejahteraan guru yang sempat ditanyakan oleh peserta diskusi kepada Ibas. Melalui fraksinya di Partai Demokrat Ibas menyatakan mendukung penuh peningkatan pendidikan di Indonesia lebih berkualitas serta kesejahteraan guru dan tenaga pendidik diperhatikan.
“Pendidikan adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai ke sana, kita harus perkuat pendidikan kita, infrastruktur pendidikan kita harus semakin berkualitas. Bukankah kita sepakat anggaran pendidikan kita 20% dari APBN? Sehingga kita mendambakan pendidikan semakin hari semakin berkualitas, semakin lengkap dan canggih fasilitasnya, kualitas pendidikan yang merata baik di kota maupun desa, dan memiliki SDM guru yang lebih lengkap, ditambah kesejahteraan guru semakin meningkat, sempurnalah dunia pendidikan kita,” terang Ibas.(Z-8)
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Ilham Syafruddin Akbar, seorang pengemudi ShopeeFood asal Surabaya, telah menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih impian.
Nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, belum lama ini menjadi sorotan
Roro Wilis menyelesaikan pendidikannya di Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik. Ia lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif yang mencapai 3,98.
Adi berhasil lulus dengan predikat cumlaude IPK 4,00 dan masa studi tecepat, ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Doktor Pascasarjana UM.
Tak hanya itu, sebagai ibu dua orang anak dan istri, Laely juga banyak menginspirasi khususnya bagi para wanita di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved