Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Meski disebut tingkat elektabilitas capres KPP Anies Baswedan tertinggal dari dua kompetitornya. Namun Anies tetap menjadi kuda hitam yang diperhitungkan oleh koalisi dari dua capres lainnya.
Pakar politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Ridho Al Hamdi mengatakan dalam logika sederhana koalisi pendukung Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto seharusnya tidak perlu takut untuk bersaing dengan Anies apalagi jika survei mantan Gubernur DKI tersebut seringkali tertinggal.
"Kalau memang dia (Anies) surveinya rendah harusnya yang lain tidak takut tapi kenapa masih ditakuti. Ini menunjukan Anis memang bisa jadi kuda hitam atau pihak yang membahayakan karena memiliki sesuatu yang memang dikehendaki oleh rakyat," ujarnya, Sabtu (26/8).
Baca juga: Pengamat Menilai Sejumlah Isu Landasi Pertemuan Anies dan KPP di CikeasMenurutnya
Anies memiliki basis suara publik cukup tinggi yang menginginkan perubahan atau yang berbeda dengan pemerintah yang saat ini dipimpin Joko Widodo.
"Lalu apa yang membahayakan dari Anies? Ya kalau Anies menang tentunya. Akan ada pihak-pihak yang kalang kabut jika dia menang"
Ridho juga menilai situasi survei di Indonesia bisa disebut tidak murni ilmiah tapi perpaduan ilmiah dan bisnis.
Baca juga: PKS Sampaikan Kriteria Cawapres yang Bisa Dipilih Anies
"Artinya survei itu gabungan antara 50% ilmiah dan 50% bisnis. Bahkan ada survei tertentu 75% bisnis dan sisanya ilmiah Sehingga dalam konteks dinamika per politikan survei seringkali digunakan untuk memengaruhi opini untuk kepentingan kemenangan seseorang," tukasnya. (Z-10)
PASAL mengenai persyaratan calon Presiden dan calon Wakil Presiden dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu atau UU Pemilu kembali digugat ke MK agar bebas dari nepotisme
UU Pemilu digugat meminta keluarga Presiden dan/atau Wakil Presiden yang sedang menjabat dilarang mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Presiden Prabowo Subianto menuturkan dirinya tidak menaruh dendam pada Anies Baswedan, orang yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan presiden di 2024.
Megawati kembali mengungkit soal kekalahan Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan meyakini bahwa ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif
PARTISIPASI pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Padang tahun 2024 tercatat hanya 49 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).
KETUA PARA Syndicate Ari Nurcahyo menyebut Pilkada Serentak 2024 merupakan pertarungan antara Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Megawati Soekarnoputri.
Pentingnya kepedulian anak-anak muda terhadap perhelatan pilkada mendatang.
DINAMIKA politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 kian panas. Adanya pertemuan antara Joko Widodo dengan salah satu pasangan calon Pilkada Jakarta,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved