Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA perdamaian di Tanah Papua tidak boleh terhenti meski Komnas HAM telah menghentikan kesepakatan Jeda Kemanusiaan di Papua. Anggota Komisi III dari Fraksi Partai NasDem Taufik Basari (Tobas) menuturkan penyelesaian konflik di Papua harus tetap mengedepankan faktor-faktor kemanusiaan.
"Disadari dengan penyelesaian yang damai," ungkap Tobas di Kompleks Parlemen, Senayan, jakarta, Selasa (9/2).
Baca juga: Anak Haji Lulung Dipastikan Bergabung ke Partai NasDem
Tobas menuturkan, dirinya menghargai keputusan pimpinan Komnas HAM periode 2022-2027 yang memilih untuk tidak memperpanjang kesepakatan jeda kemanusiaan yang dilakukan oleh Komnas HAM periode 2017-2022. Dirinya mendorong agar proses penyelesaian konflik di Papua dilakukan melalui cara-cara perdamaian yang dinilai efektif seperti yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik di Aceh.
"Saya menghargai keputusan Komnas HAM periode ini untuk mencabut tapi saya berharap penarikan ini dan pencabutan ini diikuti dengan langkah perbaikan dari apa yang sudah dilakukan dahulu," ungkapnya.
Menurut Tobas, pendekatan represif keamanan untuk Papua memiliki tingkat keberhasilan yang minim. Dirinya pun mendorong agar presiden bisa mengambil inisiatif untuk melakukan Jeda Kemanusiaan di Papua dengan lebih tepat.
"Kita tunggu mudah2an presiden bisa segera menunjuk untuk memulai ini untuk melakukan dialog yang bermartabat, menghargai orang-orang Papua," ujarnya. (OL-17)
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved