Rabu 30 November 2022, 17:43 WIB

Ini Alasan LaNyalla Ingin Kembali ke Sistem Asli Indonesia

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Ini Alasan LaNyalla Ingin Kembali ke Sistem Asli Indonesia

Ist
Delegasi DPD RI berkunjung ke KBRI Thailand di Bangkok, Selasa (29/11).

 

PENERIMAAN Negara Bukan Pajak (PNBP) dipastikan akan meningkat berkali lipat jika dibandingkan dengan saat ini, jika Indonesia menerapkan kembali Pasal 33 UUD 1945 naskah asli. Demikian dikatakan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di depan pejabat KBRI Thailand dan perwakilan warga Indonesia di Bangkok, Selasa (29/11) malam.

“Karena dalam sistem ekonomi Pancasila yang dijabarkan di konstitusi asli Indonesia, negara berkuasa penuh atas bumi air dan sumber daya alam serta cabang produksi penting bagi hajat hidup orang banyak, sehingga swasta tidak bisa menguasai total sektor public goods,” terang LaNyalla. dalam keterangan yang diterima, Rabu (30/11).

Saat ini, imbuhnya, negara hanya menjadi pemberi izin atas konsesi tambang dan lahan yang dikelola total oleh swasta nasional atau asing, di mana negara hanya mendapat royalti dan pemasukan dari pajak ekspor. Sehingga wajar jika APBN minus, sehingga harus ditutup dengan utang yang berbunga tinggi.

“Jadi saya katakan, sebenarnya negara ini kaya raya. Tetapi karena kita meninggalkan sistem Pancasila, dan mengikuti konsep ekonomi global, dan itu kita sahkan sejak perubahan UUD pada 2002, maka negara semakin kehilangan daulat ekonominya. Inilah penyumbang ketidakadilan dan kemiskinan struktural yang dirasakan masyarakat,” urainya.

Senator asal Jawa Timur itu juga menyoal sistem demokrasi Indonesia yang meninggalkan sistem Pancasila dengan menghapus lembaga penjelmaan rakyat sebagai lembaga tertinggi negara, dengan melakukan copy paste sistem demokrasi liberal barat. Sehingga bangsa yang majemuk dengan pendapatan per kapita yang kecil ini semakin terbelah dan terpolarisasi.

“Padahal sistem demokrasi Pancasila itu adalah sistem terbaik, karena lembaga tertinggi MPR, bukan saja sebagai lembaga perwakilan rakyat, tetapi juga penjelmaan rakyat. Karena tidak hanya diisi partai politik. Tetapi juga ada unsur dari daerah dan utusan dari golongan-golongan. Sehingga menjadi demokrasi yang berkecukupan. Ini kita tinggalkan sejak 2002. Akibatnya apa yang kita rasakan sekarang,” paparnya.


Baca juga: Anggota DPR Tolak Kekerasan dan Diskriminatif Perempuan di Politik


Ditambahkan LaNyalla, dirinya sengaja mengajak semua elemen bangsa, termasuk Presiden untuk berpikir dalam kerangka kenegarawanan untuk mengambil langkah guna mengembalikan sistem asli Indonesia dengan cara kembali menerapkan UUD 1945 naskah asli, untuk kemudian kekurangannya disempurnakan dengan teknik adendum.

“Memang ada kekurangan, misalnya masa jabatan Presiden, di UUD 45 yang asli tidak tegas diatur. Untuk itu, kita sempurnakan dengan teknik adendum, dengan mempertegas maksimal dua kali masa jabatan 5 tahun. Adendum atas kelemahan harus dilakukan, agar tidak ada potensi penyimpangan praktik seperti terjadi di Orde Lama maupun Orde Baru,” jelas LaNyalla.

Dalam acara jamuan di KBRI Thailand, LaNyalla didampingi sejumlah anggota DPD, di antaranya Ria Mayang Sari, Adilla Aziz, Aji Mirni Mawarni, Djafar Alkatiri, Hilmy Muhammad, Muhammad J Wartabone, Fachrul Razi, Bustami Zainuddin, Bambang Santoso, M Sanusi Rahaningmas, dan Andi M Ihsan serta Staf Khusus Ketua DPD Sefdin Syaifudin.

Sementara dari KBRI Thailand hadir Duta Besar LBBP Rachmat Budiman dan Wakil Kepala Perwakilan RI Sukmo Yuwono. Selain itu, Koordinator Fungsi Politik Marvin Anwar Arpan, Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Nur Rokhmah Hidayah, Koordinator Fungsi Ekonomi Ahmad Rama Aji Nasution, Koordinator Unit Komunikasi Denny Widodo, Atase Riset Dedi Cahyadi Irianto, Kepala Sekolah Indonesia Bangkok Susianto, Pelaksana Fungsi Politik Rike Wijayanti Octaviana, Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler Fifi Afianita Firdaus, serta sejumlah staf. (RO/OL-16)

 

Baca Juga

Antara

Polri: Ada Potensi Tersangka Baru dalam Kasus Gagal Ginjal Akut

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Senin 30 Januari 2023, 17:00 WIB
Sejauh ini, terdapat 11 tersangka dalam kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak, yang terdiri dari 4 tersangka perorangan...
Antara

Presiden Minta Pemuda Muhammadiyah Jaga Keharmonisan Bangsa

👤Andhika prasetyo 🕔Senin 30 Januari 2023, 15:50 WIB
Presiden menitipkan pesan kepada PP Pemuda Muhammadiyah untuk membantu pemerintah menjaga keharmonisan bangsa di masa menjelang Pemilu...
MI/ Moh Irfan

Hari Ini, PKS Akan Sampaikan Sikap Soal Pencapresan Anies

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Senin 30 Januari 2023, 15:25 WIB
Dia menyampaikan konferensi pers nanti terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Informasi tersebut akan disampaikan Wakil Ketua Majelis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya