Rabu 23 November 2022, 16:19 WIB

Ajukan Banding, Pihak Mas Bechi Yakin Kasusnya Fiksi

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Ajukan Banding, Pihak Mas Bechi Yakin Kasusnya Fiksi

ANTARA FOTO/Didik S
Terdakwa kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati Moch Subechi Azal Tsani (MSAT) (kiri)

 

TERDAKWA kasus asusila, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, resmi mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (Surabaya) yang menghukumnya pidana penjara tujuh tahun. Pihak Bechi meyakini kasus tersebut hanya fiksi semata.

"Di sidang, baik saksi fakta maupun alat bukti membuktikan jika kasusnya fiksi dan fiktif, baik tempus delicti maupun locus delicti-nya," kata kuasa hukum Bechi, I Gede Pasek Suardika, saat dikonfirmasi Media Indonesia, Rabu (23/11).

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surabaya, banding Bechi tercatat diajukan pada Senin (21/11) lalu. Pasek menegaskan kliennya tidak terbukti melakukan pemerkosaan sebagaimana dasar tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yakni Pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pihaknya juga meyakini Bechi tidak terbukti melakukan pidana dengan menyerang kehormatan kesusilaan korban sebagaimana Pasal 289 yang dijadikan majelis hakim memutus perkara. Sebab, banyak fakta sidang yang sudah terkonfirmasi oleh saksi justru dihilangkan dan diabaikan.

"Dan malah saksi testimonium da auditu (hasil mendengar dari orang lain) yang dikumpulkan dijadikan dasar pengambilan putusan," ujar Pasek.

"Atas dasar mencari keadilan yang seadil-adilnya, maka klien kami banding," tukasnya.

Baca juga: KY Tunggu Laporan Masyarakat Terkait Hakim yang Mengadili Mas Bechi

Terpisah, Ana Abdillah selaku pendamping sekaligus pengacara korban mendorong JPU mengajukan banding juga. Ia menyebut hukuman yang dijatuhkan majelis hakim kepada Bechi, "Jauh sekali dari rasa keadilan bagi korban".

Selain proses hukum yang dialami korban sudah bergulir selama tiga tahun sampai ke persidangan, majelis hakim menyatakan tindak pidana yang dilakukan Bechi bukan pemerkosaan sebagaimana Pasal 285 KUHP.

"Tapi majelis hakim memutusnya dengan Pasal 289 (KUHP) yang menurut kami sangat tidak mengakomodir adanya unsur relasi kuasa. Ketimpangan relasi kuasa itu tidak menjadi pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan," kata Ana.

Sebelumnya, JPU menuntut agar Bechi dihukum pidana penjara selama 16 tahun.(OL-5)

Baca Juga

Dok. DPR RI

Komisi III DPR Disebut akan Panggil BNPT Minta Klarifikasi soal Bom Astanaanyar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 09:18 WIB
Pihaknya akan menanyakan BNPT perihal program pembinaan deradikalisasi yang dijalankannya, termasuk koordinasi intelijen institusi tersebut...
Dok. DPR RI

Penyusunan Anggaran Berbasis Gender Ikut Berperan Wujudkan Demokrasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 09:07 WIB
Praktik GRB dilakukan di Indonesia sejak 2009 melalui pendekatan sistem perencanaan dan penganggaran yang berperan sebagai alat untuk...
Dok MI

KPK Usul ASN yang tidak Lapor LHKPN Dipangkas Tunjangannya

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 07:39 WIB
Saat ini, belum ada sanksi tegas bagi ASN yang 'bandel' tidak lapor LHKPN. ASN yang tidak patuh hanya dikenakan sanksi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya