Rabu 02 November 2022, 08:58 WIB

Di Tengah Banyak Tudingan, Firli Tegaskan KPK Bekerja Senyap

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Di Tengah Banyak Tudingan, Firli Tegaskan KPK Bekerja Senyap

MI/Susanto
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri

 

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengaku mendengar banyak tudingan terhadap instansinya. Salah satu tudingan berasal dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

PBNU menuding KPK tebang pilih jika skandal kardus durian yang menyeret Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tidak diproses. Pasalnya, ada kasus yang lebih lama dari kejadian kardus durian itu diproses KPK. 

Merespons hal itu, Firli menjelaskan KPK bekerja dengan senyap.

Baca juga: Dugaan Korupsi Lukas, Tokoh Warga Genyem: KPK Banyak Mengalah 

"Sejak awal saya sering katakan bahwa penegakan hukum itu adalah pekerjaan yang senyap, tetapi menjadi ramai dan penuh hingar-bingar karena terkait seseorang atau lembaga yang dianggap oleh masyarakat punya posisi penting dan peranan penting dalam masyarakat kita, berbangsa dan bernegara," kata Firli melalui keterangan tertulis, Rabu (2/11).

Firli memastikan pihaknya profesional dan proporsional dalam menindak dugaan korupsi di Indonesia. Dia menegaskan pihaknya masih mencari bukti soal skandal itu. Pergerakan politik di Indonesia dipastikan tidak memengaruhi kinerja KPK.

"KPK bekerja dengan landasan bukti, bukan diskusi-diskusi di ruang publik yang belum berkecukupan bukti. Kita pun tidak terpengaruh dengan diskusi, opini dan politisasi di luar sana yang dinamikanya berubah-ubah," tegas Firli.

Firli juga mengatakan pengusutan skandal itu tidak dipengaruhi dengan kekuasaan siapapun. Semua pihak yang terlibat dipastikan diproses hukum.

"Tanpa pandang bulu adalah salah satu prinsip KPK," tegas Firli.

Pencarian bukti dalam skandal itu juga bukan hal sulit untuk KPK. Firli juga menegaskan pihaknya tidak pernah mengincar orang dalam pengusutan perkara.

"Kami memang bukan untuk mencari kesalahan, kami cukup mencari keterangan serta bukti-bukti, dengan bukti-bukti itulah akan membuat terangnya peristiwa pidana korupsi guna menemukan tersangka," ujar Firli.

Firli juga menegaskan ketegasan KPK itu tidak cuma berlaku untuk skandal kardus durian. Semua skandal dugaan korupsi di Indonesia dipastikan diproses jika ditemukan bukti permulaan yang cukup.

"Hal terpenting ialah bukti permulaan yang cukup dan kecukupan alat bukti. Mari bersama KPK membersihkan negeri ini dari praktik-praktik korupsi," tegas Firli.

Skandal kardus durian ini ramai menjadi perbincangan usai KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, I Nyoman Suisnaya, dan mantan Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Program Kemenakertrans, Dadong Irbarelawan, pada Agustus 2011.

KPK menemukan uang Rp1,5 miliar yang dibungkus menggunakan kardus durian dalam penangkapan itu. Uang itu dikabarkan untuk Muhaimin Iskandar. Namun, Muhaimin Iskandar selalu membantah uang itu disiapkan untuknya. (OL-1)

Baca Juga

MI/Moh Irfan.

Majelis Tinggi Partai Demokrat Putuskan Nasib Koalisi Bulan Ini

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Rabu 07 Desember 2022, 16:42 WIB
Teka-teki Demokrat akan menjalin koalisi dengan partai mana masih menunggu hasil keputusan Majelis Tinggi Partai terkait keputusan koalisi...
Antara/Novrian Arbi.

KSP: Ada Pengeboman bukan Berarti Kecolongan

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 07 Desember 2022, 15:53 WIB
Aparat keamanan telah melakukan upaya-upaya pencegahan guna meminimalkan serangan dari kelompok...
MGN/Iwan Gumilar

Pelaku Bom Bunuh Diri Berasal dari Batununggal Bandung

👤Iwan Gumilar (MGN), Narendra Wisnu Karisma (SB) 🕔Rabu 07 Desember 2022, 15:53 WIB
Usai dilakukan pemeriksaan awal, kedua orang tua pelaku pengeboman itu dibawa petugas dengan menggunakan kendaraan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya