Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERJUANGAN penegakan hukum di Indonesia, utamanya oleh mahasiswa, perlu mempertimbangkan aspek-aspek legal-formal-konstitusional.
"Saya sudah memulai perjuangan ini di UIN Suka dengan mendirikan Prodi Ilmu Hukum, yang gelarnya S.H. bukan S.H.I." kata Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) Yudian Wahyudi kepada ratusan peserta Seminar Hukum Nasional dan Opening Ceremony Kalijaga Law Festival, bertajuk "Eksistensi Gerakan Mahasiswa Sebagai Agen of Control Produk dan Supremasi Hukum di Indonesia", Kamis (20/10).
Lebih lanjut, Yudian menjelaskan, berubahnya gelar sarjana hukum di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), khususnya di UIN Sunan Kalijaga merupakan lompatan bagi jebolan Prodi Ilmu Hukum untuk merambah dunia penegakan hukum yang lebuh luas.
“Jika gelarnya hanya S.H.I, paling mentok sarjana Hukum dari PTKIN hanya mampu menjabat di pengadilan agama saja. Akan tetapi dengan gelar S.H. kesempatan yang lebih luas akan terbuka”, tegasnya.
Pernyataan yang disampaikan oleh Yudian merupakan penerapan dari teori resepsi. Dalam pandanganya, teori resepsi yang dimaksud adalah konstitusi yang menghargai keberagaman. Tidak ada pembedaan konstitusional terhadap alumni hukum syariah (hukum islam) dan alumni hukum umum.
Baca juga : BPIP Ajak Pelajar di Samarinda Bangun Literasi Digital Berlandaskan Pancasila
Dalam bahasa yang berbeda, pernyataan Yudian ini juga diafirmasi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Sri Wahyuni. Menurutnya, mahasiswa perlu mempelajari dan memanfaatkan keran-keran perjuangan hukum di Indonesia yang kontekstual-konstitusional.
“Dulu di era reformasi, kita bias menyebut bahwa saat itu parlemen yang berkembang adalah parlemen jalanan. Akan tetapi di pascareformasi ini, ada keran-keran lain yang bias menjadi lokus aktualisasi mahasiswa, khususnya mahasiswa hukum. Yakni, melalui juridical review”, jelasnya di akhir sambutan.
Acara yang dihelat oleh Dewan Eksekutif mahasiswa FSH UIN Sunan Kalijaga itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Dies Natalis FSH yang ke-62. Sekaligus forum diskusi dan pengayaan wacana hukum di Indonesia bagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, khususnya Mahasiswa FSH.
Tampak hadir mendampingi Kepala BPIP Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Prakoso dan Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP K.A. Tajudin yang juga menjadi narasumber pada kegiatan ini. (RO/OL-7)
KPK menyatakan tidak mempermasalahkan batalnya Jamdatun Kejagung Narendra Jatna bersaksi dalam sidang ekstradisi buronan Paulus Tannos di Singapura karena sudah ada afidavit.
KPK menggeledah kantor serta rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok terkait kasus suap sengketa lahan. Penyidik menyita dokumen dan uang USD50 ribu.
KPK mendalami dugaan aliran uang yang terafiliasi Bupati nonaktif Pati Sudewo melalui koperasi. Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih.
Kejaksaan Agung menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memeriksa eks pejabat BUMN terkait dugaan kebocoran anggaran.
Peneliti SAKSI, Herdiansyah Hamzah, menegaskan besarnya tunjangan kinerja (tukin) hakim tidak menjamin peradilan bebas dari korupsi.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Pati Sudewo selama 40 hari terkait kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa.
Raih gelar Sarjana Hukum Internasional di Indonesia! Pelajari hukum global, diplomasi, dan hak asasi manusia. Prospek karir cerah menanti. Lihat disini Selengkapnya
PENYANYI dan artis pemeran film, Iqbaal Ramadhan, 23, baru saja wisuda dan resmi mengenyam gelar sarjana dari Monash University di Melbourne, Australia.
Podomoro University memandang lulusan sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan solusi-solusi inovatif untuk kemajuan masyarakat.
Tak hanya itu, sebagai ibu dua orang anak dan istri, Laely juga banyak menginspirasi khususnya bagi para wanita di Indonesia.
Wapres Ma'ruf Amin berharap agar semakin banyak masyarakat Indonesia meraih gelar sarjana karena merupakan salah satu faktor penentu pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat yang ditandai dengan revolusi industri 4.0 menuntut para sarjana semakin kreatif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved