Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) kasus Kanjuruhan sedang menyusun laporan rekomendasi dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan barang bukti dalam tragedi yang menewaskan 132 jiwa. Dalam temuan tim, ada lebih dari 40 tembakan gas air mata termasuk peluru kadaluwarsa yang jadi pemicu banyaknya korban jiwa.
Anggota TGIPF, Akmal Marhali mengatakan, tim sudah memeriksa 32 CCTV di dalam dan luar stadion termasuk beberapa video. Dalam pemeriksaan alat bukti ditemukan kesalahan prosedur pengamanan terkait penembakan gas air mata. Tim menemukan ada sembilan jenis gas air mata yang ditembakan termasuk yang kadaluwarsa.
"Lebih (40 tembakan). Ada di dalam (stadion) dan ada juga di luar. Kami sudah kantongi 32 CCTV. Kami sudah pelajari semua, ada kesalahan prosedural di sana, ada tindakan membabi buta di sana, kaitannya dengan penembakan gas air mata. Ada jenis-jenis gas air mata yang kadaluwarsa, ada sembilan jenis gas air mata yang digunakan," kata Akmal kepada Media Indonesia, Rabu (12/10).
Temuan itu, kata Akmal, jadi rekomendasi sebagai pijakan polisi untuk menerapkan hukuman ke pihak yang terbukti bersalah. Akmal menegaskan, rekomendasi itu mengikat dan harus ditindaklanjuti kepolisian.
"Kami dalam posisi tidak mengeksekusi si A harus di pidana, si B harus dipidana. Kami hanya memberikan rekomendasi bahwa ada kasus kesalahan prosedural di polisi yang harus diusut tuntas dan kemudian diberikan (hukuman) seadil-adilnya pelaku-pelaku di lapangan termasuk siapa yang menembakan gas air mata pertama, kemudian siapa yang menginstruksikan penembakan gas air mata, siapa yang melakukan tindakan sporadis dalam kasus ini," jelasnya.
"Rekomendasi itu mengikat dan harus dilaksanakan," lanjutnya.
Akmal menambahkan, TGIPF juga menyusun rekomendasi terkait perbaikan sepak bola di Indonesia. Perbaikan regulasi-regulaai keamanan, suporter dan kelayakan stadion jadi hal penting dalam rekomendasi itu.
"Semua regulasi-regulasi yang masih tambal sulam harus disempurnakan. Harus ada di rel yang benar, tidak ada tawar menawar. Terkait suporter harus ada regulasinya. Terkait kelayakan stadion harus ada aturan tegas mana yang layak dan tidak layak. Sepak bola kita harus melangkah lebih maju dari sebelumnya," kata Akmal.
Sebelumnya Ketua TGIPF Mahfud MD mengatakan tim telah selesai melakukan investigasi lebih cepat dari target yang diminta Presiden Joko Widodo. Laporan hasil investigasi itu akan diserahkan ke Jokowi pada Jum'at (14/10)
Dalam investigasi tersebut, Mahfud mengatakan tim telah mengantongi sejumlah barang bukti termasuk kandungan gas air mata yang saat ini tengah diperiksa di laboratorium. Saat ini tim tengah mengonfirmasi beberapa hal yang dinilai sebagai kelemahan atau kesalahan di dalam penerapan standar peraturan yang semestinya dilaksanakan dalam pertandingan. (OL-12)
Ia menyayangkan pengusutan tak komprehensif lantaran Polda Jatim tak mampu menyelesaikan berkas perkara eks Dirut LIB Akhmad Hadian Lukita
KP dan KBP terpilih nanti akan bekerja untuk memproses menuju kongres pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif pada 16 Februari 2023.
Pengurus PSSI ini lakukan introspeksi dan sebagai bukti tanggung jawab mengundurkan diri bersama-sama dan kemudian membentuk kepanitiaan, dan kemudian lakukan KLB.
Menurut Faisal, Erick Thohir memiliki pengalaman manajerial sebuah tim sepak bola dan tim cabang olahraga lainnya di tingkat nasional-internasional.
Diketahui, PSSI memutuskan untuk mempercepat pelaksanaan KLB, setelah menggelar rapat darurat Exco di Kantor PSSI, Jakarta, pada Jumat (28/10) kemarin.
Menurut TGIPF, salah satu persoalan besar dari federasi ialah pemilik klub bola yang juga menjadi pengurus PSSI atau Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengecam peristiwa penembakan gas air mata oleh aparat kepolisian di Unisba dan Unpas Bandung.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyesalkan insiden penyemprotan gas air mata ke arah Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 1 September 2025.
Polisi mengungkapkan alasan di balik penembakan gas air mata di kawasan Jalan Tamansari, dekat Universitas Islam Bandung (Unisba), pada Senin (1/9) malam,
Kandungan kimia dalam gas air mata yang terhirup masuk ke dalam paru berpotensi meningkatkan risiko gejala akut dalam paru dan saluran napas.
Gas air mata memang dapat menyebabkan iritasi dan peradangan kulit, terutama bila terpapar berulang.
Suasana jalan dipenuhi kepulan gas air mata, sementara aparat masih melakukan penjagaan ketat untuk mengendalikan massa yang belum sepenuhnya bubar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved