Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh kelompok relawan yang tergabung dalam Musyawarah Rakyat (Musra) untuk menahan diri, tidak terburu-buru menentukan calon pemimpin di 2024.
Menurutnya, hal itu harus diputuskan melalui berbagai pertimbangan matang, terlebih, di tengah situasi dunia yang penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang. "Kita harus kompak. Kita harus kade, hati hati. Ulah gurunggusuh. Jangan buru buru. Jangan salah kita menentukan siapa," ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8).
Ia bahkan mengulangi peringatan tersebut hingga tiga kali secara beruntun. "Saya titip lagi, hati-hati. Ulah gurunggusuh, hati hati, jangan buru buru. Saya ulang lagi, ulah lepat. Jangan keliru. Jangan salah menentukan sikap," tegasnya.
Jokowi ingin Musra menjadi sebuah forum yang bisa memunculkan kandidat yang betul-betul cinta kepada rakyat, mau turun menyapa rakyat.
"Di forum ini nanti ditanya siapa. Musra ini forum akar rumput. Forum rakyat untuk bersuara. Kita harap bisa melahirkan agenda kebangsaan, program-program yang berguna dan bermanfaat bagi rakyat," tandasnya. (OL-12)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved