Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Naomi Esthernita, mengatakan bahwa pemberian susu formula tidak akan bisa menggantikan ASI yang diberi secara eksklusif oleh ibu untuk anak.
“Susu formula memang memiliki nutrisi yang sama dengan ASI, seperti protein, kalsium, karbohidrat dan omega, namun, ASI menawarkan hal yang lebih lagi. Kecerdasan dan pertumbuhan anak akan sangat dipengaruhi oleh ASI yang diberi langsung oleh ibu. Selain itu, kontak fisik dengan anak akan membangun hubungan yang lebih erat antara anak dan ibu.” ujar di Jakarta, Sabtu (6/8).
Baca juga: Pemberian ASI Eksklusif Butuh Warm Chain, Apakah Itu?
Pihaknya menambahkan bahwa selain dengan semakin sibuknya Ibu yang memiliki anak di Indonesia, tingginya tingkat penjualan susu pengganti ASI juga menjadi penyebab kurang optimalnya pemberian ASI. Ia mengatakan bahwa penjualan global susu pengganti ASI adalah bernilai $45 miliar, selain itu media juga lebih sering menampilkan iklan susu formula dibanding kampanye pemberian ASI. Hal ini menambah keyakinan sang ibu untuk memberi susu pengganti ASI dibanding langsung memberi ASI.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 50,70 juta penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja adalah perempuan pada 2020. Jumlah tersebut meningkat 2,63% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 49,40 juta orang. Semakin tingginya tingkat wanita yang berkarir, membuat keterbatasan dalam melakukan aktivitas laktasi bagi anak.
Alternatifnya, sambung dr. Naomi, para Ibu kini memilih untuk memberikan susu formula bagi anak, terutama bayi, yang dianggap memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan ASI, dalam mendukung pertumbuhan anak. (OL-6)
BPOM mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.
BADAN POM memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara importasi produk formula bayi.
NESTLE dilaporkan telah mengeluarkan penarikan produk secara global di 49 negara, setelah produk susu formula bayi mereka diduga terkontaminasi racun.
Berbeda dari banyak susu formula lain, Mirugo tidak menambahkan maltodekstrin, sirup jagung, atau gula tambahan.
Melalui pendekatan berbasis experience marketing, program ini tidak hanya meningkatkan penjualan produk, tetapi juga memperkuat brand engagement lewat pengalaman edukatif yang bermakna.
Susu formula harus diberikan kepada bayi yang mengalami kelainan metabolisme bawaan atau kelainan genetik yang menyebabkan dirinya tidak bisa mencerna ASI.
Kemudian manfaat pada ibu, menyusui lebih dari 12 bulan akan menurunkan risiko kanker payudara hingga 26%.
IDAI menyebut kegagalan program ASI eksklusif terjadi pada tiga hari pertama kehidupan bayi ketika orangtua diprovokasi segera memberikan susu formula pada bayi yang terus menangis.
Tingkat pemberian ASI masih begitu rendah daripada yang diperlukan demi kesehatan ibu dan anak.
“Tahun 2021, terdapat 52,5% dari 2,3 juta bayi berusia enam bulan yang mendapat ASI eksklusif. Kembali terjadi penurunan,”
Kolostrum adalah ASI yang keluar di awal proses menyusui, khususnya di hari pertama hingga hari 4-5, jumlahnya memang terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved