Rabu 29 Juni 2022, 13:00 WIB

Pro dan Kontra Legalisasi Ganja Harus Disikapi Hati-Hati

 Sri Utami | Politik dan Hukum
Pro dan Kontra Legalisasi Ganja Harus Disikapi Hati-Hati

ANTARA/HO Koramil Tarogong
Petugas menunjukkan ladang ganja yang tumbuh di hutan Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020)

 

PEMERINTAH dan DPR diminta untuk berhati-hati dalam menyikapi pro kontra legalisasi ganja medis. Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan kehati-hatian dalam mengkaji legalisasi ganja mutlak diperlukan.

Jika akhirnya penggunaan ganja untuk pengobatan dilegalkan kita harus memastikan hal tersebut bukan sikap laten mengikuti trend dunia melainkan atas kajian yang komprehensif dan cermat.

"Kita harus berhati-hati menyikapi wacana ini, bukan latah. Artinya sebelum ganja medis dilegalkan, terlebih dahulu dilakukan kajian komperhensif yang melibatkan segala unsur terkait, khususnya para medis, psikolog," kata Rahmad, Rabu (29/2) di Jakarta.

Dia menekankan setelah ada kajian yang menyatakan ganja aman untuk kepentingan medis maka pemerintah harus melakukan pengawasan yang sangat ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan..

Baca juga: Wapres: Pemerintah Buka Peluang Legalisasi Ganja untuk Kesehatan

"Tentu saja ganja hanya digunakan untuk pengobatan. Di luar kepentingan medis, misalnya penyalahgunaan ganja, penanaman ganja, tetap dilarang. Karena kalau ganja medis diizinkan, aturan tersebut harus diikuti pengawasan yang ketat,'' ungkapnya.

Dia juga meminta untuk mengawasan yang lebih luas agar jangan sampai setelah penggunaan ganja medis dilegalkan, penanaman dan penjualan ganja jadi semakin marak, seperti yang terjadi di banyak negara saat ini

“Ganja nilai ekonominya tinggi, bisa jadi banyak orang yang mendadak jadi petani ganja. Tidak ada lagi petani yang nyawah, tidak ada yang menanam sayuran, dan buah-buahan,” katanya.

Mengakhiri keteranganya, Rahmad mengingatkan rilis terbaru United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) yang melaporkan akibat konsumsi ganja di dunia yang semakin meningkat, semakin semakin ramai orang-orang yang memiliki gangguan mental depresi hingga bunuh diri. (Sru/OL-09)

Baca Juga

Dok. DPR RI

Cek Persiapan Akhir Penyelenggaraan P20, Puan Jajal Mobil Listrik yang akan Digunakan Delegasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 09:36 WIB
“Ini momen istimewa karena Indonesia belum pernah menjadi tuan rumah P20 sehingga kita harus memastikan semua delegasi dan tamu yang...
dok.korlantas

Belum Bayar Pajak Kendaraan Bisa Ditilang, Ini Penjelasan Korlantas

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 09:15 WIB
PENGENDARA dengan STNK yang pajaknya mati bisa ditilang karena belum disahkan ataupun diperpanjang...
Ist

Relawan Anies Minta KPK Jangan Sampai Jadi Alat Politik

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 08:53 WIB
Masyarakat pendukung Anies Baswedan itu menilai bahwa KPK tak memiliki alat bukti yang cukup untuk mentersangkakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya