Kamis 12 Mei 2022, 11:16 WIB

Jokowi Teken UU TPKS, LPSK: Semoga Jadi Era Baru Penegakkan Hukum

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Jokowi Teken UU TPKS, LPSK: Semoga Jadi Era Baru Penegakkan Hukum

Ist
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Antonius Wibowo

 

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Rancangan Undang-Undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), Senin (9/5). Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Antonius Wibowo berharap para penegak hukum bisa segera mengimplementasikan UU tersebut.

"Pengundangan UU TPKS tersebut semoga menjadi era baru penegakkan hukum tindak pidana kekerasan seksual dan pemulihan korban," ujar Anton, Kamis (12/5).

Setelah ditandatangani secara resmi oleh presiden, Anton mengatakan Undang-Undang No. 12/2022 tentang TPKS mulai berlaku 9 Mei 2022. Undang-undang itu, imbuhnya, akan memudahkan penegak hukum menjerat pelaku tindak pidana kekerasan seksual. Pasalnya, UU TPKS memperkenalkan alat bukti baru yaitu berupa informasi elektronik dan atau/dokumen elektronik sebagaimana diatur pada Pasal 24 UU TPKS.

Anton menjelaskan, selama ini berdasarkan pengalaman LPSK, sering dijumpai adanya kesulitan alat bukti dalam penegakkan hukum terhadap pelaku kekerasan seksual.

UU TPKS, ungkap Anton, juga memuat mengenai restitusi sebagai pidana tambahan. Dalam rezim hukum sebelumnya, ujar dia, restitusi hanya diakui sebagai hak korban. Namun, dalam UU TPKS, restitusi berupa ganti rugi bagi korban yang dianggap unsur penting dalam pemulihan korban.

"Semoga restitusi untuk korban menjadi lebih optimal," tuturnya.

Baca juga: NasDem Dorong Aturan Turunan UU TPKS Segera Disahkan

Menurutnya, meskipun UU TPKS telah disahkan, masih diperlukan kerja keras semua pihak guna menyelesaikan peraturan pelaksanaan UU tersebut. Ia menjelaskan terdapat lima peraturan pemerintah dan lima peraturan presiden sebagai aturan turunan yang perlu dibuat. Adapun jangka waktu yang diatur dalam Pasal 91 UU TPKS, peraturan pelaksana itu dibuat hanya 2 tahun sejak resmi diundangkan.

"Semua pihak terkait perlu meningkatkan koordinasi dan kerjasama dalam pembuatan peraturan pelaksana. Jika msh ada ego sektoral, maka sebaiknya dibuang jauh-jauh," tukas dia.(OL-5)

Baca Juga

Antara/Iggoy el Fitra.

PP Muhammadiyah Sesalkan Singapura Larang Masuk Ustaz Abdul Somad

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 23:04 WIB
Karena tidak juga diizinkan masuk, akhirnya rombongan UAS pergi meninggalkan Singapura pada sore...
MI/ Pius Erlangga

Singapura: Abdul Somad Ditolak Masuk Karena Dukung Ajaran Ekstremis dan Kekerasan

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:40 WIB
Somad dinilai juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama...
ANTARA

KPK Geledah Balai Kota Ambon, Bawa 5 Koper dan 1 Tas

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:25 WIB
Tim penyidik KPK membawa lima koper dan satu tas berwarna cokelat, usai penggeledahan dari Balai Kota Ambon pukul 21.46 WIT, Selasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya