Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten KH Amas Tadjudin mengatakan masyarakat menjadi komponen utama dalam upaya mencegah virus radikalisme secara dini.
Menurut dia, deteksi dini ancaman virus radikalisme menjadi hal yang sangat penting dan perlu, apalagi terorisme ini bukan sekadar tindakan kekerasan, melainkan juga paham dan ideologi yang mengubah sikap, perilaku, dan ideologi seseorang.
"Tentunya sangat penting (deteksi dini virus radikalisme) agar secara dini segera diketahui oleh lingkungan masyarakat. Apalagi, masyarakat adalah komponen paling utama untuk melakukan cegah tangkal sejak dini," ujar Kiai Amas seperti dikutip Antara di Jakarta, Jumat (25/3).
Dikatakan pula bahwa deteksi dini harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Virus radikalisme kerap masuk ke keluarga tanpa disadari sehingga perlu tingkatkan kepekaan terhadap muatan radikalisme di dunia maya.
"Bagaimana caranya, dengan memberikan pengetahuan dasar dan ciri-ciri ajaran teroris dan orang terpapar, secara jelas tegas dan tidak meragukan," tuturnya.
Baca juga: Penghapusan Madrasah dari RUU Sisdiknas Dikecam
Di samping itu, Amas menekankan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan dasar dan ciri teroris, tetapi perlu pula menumbuhkan kesadaran persaudaraan kebangsaan, persaudaraan keagamaan, dan moderasi beragama di lingkungan keluarga.
"Perlu ditanamkan juga ajaran cinta Tanah Air bagian dari iman dan konsep ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah model Nahdlatul Ulama," ujar pria yang juga Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten ini.
Untuk itu, dia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika ada seseorang di lingkungannya terindikasi atau terancam paparan virus radikalisme kepada pihak terkait yang berwenang.
"Segeralah berkoordinasi kepada aparat atau kepada tokoh agama, atau ulama kiai NU," kata pria yang juga Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang ini.
Pasalnya, deteksi dini radikalisme tersebut menurutnya harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya ada di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) semata.
"Ini tanggung jawab bersama, khususnya pemerintah daerah, aparat penegak hukum, masyarakat, FKPT, dan tokoh ormas kepemudaan serta ormas Islam," jelas Amas. (Ant/S-2)
BNPT mencatat 230 donatur aktif mendukung kelompok teroris dari 2023-2025, dengan pendanaan mencapai Rp5 miliar.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan ancaman terorisme di Indonesia, pada kurun 2023 hingga 2025, konsisten dan adaptif.
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan sejumlah posko layanan keluarga di berbagai titik strategis jalur mudik Lebaran 2026 yang tersebar di 31 provinsi
Salah satu fitur unggulan dari Omni C28 adalah HydroJet Self-Clean Roller Mop.
Inul Daratista menyebutkan bahwa selama bulan puasa, intensitas kebersamaan dengan suaminya, Adam Suseno, meningkat drastis.
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved