Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Perempuan Minim di Bursa Capres 2024, Ini Alasannya

Tri Subarkah
20/2/2022 17:30
Perempuan Minim di Bursa Capres 2024, Ini Alasannya
Ilustrasi MI(MI/Seno)

MINIMNYA nama perempuan yang masuk dalam bursa calon presiden menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 disebabkan berbagai kendala. Dibanding laki-laki, kandidat capres perempuan mengalami beban berlipat untuk mengakses pemilu. 

Demikian disampaikan Wakil Koordinator Maju Perempuan Indonesia (MPI) Titi Anggraini. Menurutnya, salah satu masalah yang dihadapi kandidat capres perempuan adalah sistem kaderisasi dan rekrutmen politik yang belum memberikan dukungan pada perempuan. 

Baca juga: Presiden Punya Dua Bulan untuk Tunjuk Kepala Otorita IKN

"Ini akibat dari kebijakan afirmasi keterwakilan perempuan yang masih dianggap beban daripada sebagai upaya mewujudkan pemenuhan nilai-nilai demokrasi yang inklusif," kata Titi melalui keterangan tertulis kepada Media Indonesia, Minggu (20/2).

Iklim politik di internal partai politik yang patriarikis dan elitis juga mendukung minimnya perempuan dalam menduduki posisi strategis di kepengurusan. Hal ini turut berdampak pada pengambilan keputusan penting di internal parpol, termasuk pencalonan presiden.

Selain itu, penghalang kandidasi perempuan sebagai capres adalah politik biaya tinggi. Dalam konteks ini, perempuan memiliki lebih banyak keterbatasan dari sisi modal untuk bisa membiayai ongkos kompetisi pemilu yang sangat mahal.

"Dan biasanya dibebankan pada kandidat ketimbang didani oleh parpol," ujar Titi.

"Termasuk pula problem kultural di mana pemilih juga belum sepenuhnya terbuka mempercayai perempuan untuk menjadi pemimpin politik," tandasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya