Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung Supari mengungkap pihaknya sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi di PT Krakatau Steel (persero). Ia menyebut rasuah di perusahaan pelat merah itu terkait pembangunan pabrik.
"Krakatau kan bangun pabrik yang pada akhirnya tidak berfungsi. Di daerah Cilegon," ujar Supardi saat ditemui di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (30/12) malam.
Menurut Supardi, pabrik yang dibangun Krakatau Steel ditujukan untuk mencetak lempengan baja tipis. Awalnya, pembangunan itu ditujukan untuk menghadapi persaingan bisnis dengan perusahaan lain. Sebab, selama ini Indonesia masih mengimpor baja yang dimaksud.
"Dengan harapan nanti bisa bersaing, eh malah high cost," ungkapnya.
Sampai saat ini, ia mengatakan pabrik Krakatau tersebut tidak beroperasi. Supardi menyebut pembuatan pabrik itu menelan anggaran lebih dari Rp10 triliun. Pihaknya juga sudah meminta keterangan kepada beberapa calon saksi.
Meski sudah mengetahui pembuatan pabrik yang akhirnya mangkrak, Supardi belum bisa memastikan estimasi kerugian keuangan negara yang timbul dalam dugaan rasuah tersebut.
Sebelumnya, potensi korupsi di Krakatau disampaikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir pada Agustus 2021. Ia menyebut bahwa Krakatau Steel memiliki utang sebesar US$2 miliar atau setara dengan Rp31 triliun.
Salah satu peruntukkan utang itu adalah pembangunan pabrik tanur tiup atau blast furnace.
"Salah satunya ada investasi US$850 juta yang proyek itu mangkrak hari ini. Hal itu tidak bagus, pasti ada indikasi korupsi," kata Erick. (OL-12)
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved