Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
"DIAM kau!" Hardikan itu tiba-tiba menggelegar di salah satu sudut arena Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, Minggu (15/5) malam.
Alih-alih menjadi tenang, suasana justru menjadi semakin riuh. Tegang bak sekumpulan orang yang siap berperang. Hardikan dibalas hardikan, gertak disambut gertak.
Situasi tersebut terjadi setelah Komite Adhoc yang diketuai Wakil Ketua Umum Golkar Theo L Sambuaga membacakan keputusan terkait dualisme di organisasi massa Kosgoro dan Soksi. Pihak yang dikalahkan Komite Adhoc merasa tidak terima dan terus merongrong di forum agar keputusan tersebut dianulir. Sebaliknya, pihak yang dimenangkan berupaya mati-matian agar pimpinan sidang munaslub menghormati putusan tersebut.
Palu beberapa kali diketuk oleh Nurdin Halid selaku pemimpin sidang untuk meredakan ketegangan. Ratusan pasukan pengaman munaslub berbadan tegap dan bertampang sangar langsung diterjunkan saat lobi-lobi berlangsung.
Serangkaian upaya Nurdin yang disaksikan langsung Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie akhirnya menuai hasil. Kedua kubu sama-sama bersedia untuk mengalah. Namun, teriakan "Provokator!" tiba-tiba merobek kedamaian yang berhasil dirajut.
Dengan susah payah, pasukan pengamanan munaslub mengusir salah seorang peserta yang diduga provokator dari ruangan. Suasanapun akhirnya berhasil terkendali.
Insiden memalukan ini terjadi di depan hidung para petinggi Golkar, sesepuh yang berjasa membesarkan partai beringin seperti Akbar Tanjung serta kader sekaligus wakil pemerintah Menko Polhukam Luhut Pandjaitan.
Perang urat syaraf seolah menjadi pemandangan biasa di arena munaslub. Sehari sebelumnya, dua orang peserta nyaris terlibat adu jotos saat pembahasan mekanisme pemilihan bakal ketua umum menjadi calon ketua umum apakah dengan sistem terbuka atau tertutup.
Ketua Komite Etik Munaslub Golkar Fadel Muhammad, menyatakan dirinya sangat malu atas insiden yang terjadi Senin malam dan berbagai ketidaktertiban yang terjadi dua hari belakangan ini. "Saya malu dengan insiden tadi malam. Itu jangan terulang lagi," kata Fadel di Ruang Nusa Dua yang mengagendakan lanjutan Pemandangan Umum DPD I dan Ormas, Senin (16/5).
Namun, para peserta munaslub ini rupanya begitu degil. Saat Fadel masih berada di podium, suasana kembali kisruh. Itu terjadi setelah dia mengingatkan para peserta agar tidak menyebutkan nama bakal calon ketua umum yang didukung untuk menjadi ketua umum saat membacakan Pemandangan Umum.
Hal yang benar bisa menjadi salah di mata peserta Munaslub Partai Golkar. Fadel pun turun dari panggung dengan raut wajah resah. Komite Etik dan petinggi lainnya di Golkar sepertinya hanya pelipur lara di arena munaslub. (OL-2)
Pelindo telah memetakan sejumlah pelabuhan yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang tertinggi selama mudik Lebaran tahun ini.
PANGLIMA TNI menetapkan siaga 1 melalui telegram yang dikirimkan beberapa waktu lalu. Komandan Komando Daerah Angkatan Laut melaksanakan penebalan keamanan di laut Jakarta.
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan.
Transformasi ini tidak hanya mencakup perubahan nama, tetapi juga peluncuran logo baru yang memvisualisasikan semangat sinergi dalam ekosistem pelabuhan dan rantai pasok nasional.
Akibat produktivitas bongkar muat yang menurun di beberapa jalur pelabuhan, pemilik kapal dan pengguna jasa pelabuhan mengeluh lantaran biaya operasional mereka melonjak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved