Minggu 05 Desember 2021, 11:40 WIB

Komisi VII DPR Yakin Indonesia Mampu Hasilkan EBT Handal dan Mandiri

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Komisi VII DPR Yakin Indonesia Mampu Hasilkan EBT Handal dan Mandiri

Ist/DPR
Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto.

 

TIDAK ingin rakyat Indonesia terus-menerus mengandalkan fosil sebagai sumber energi utama, Komisi VII DPR RI menekan pentingnya menghasilkan energi baru terbarukan (EBT) yang handal dan mandiri (clean and renewable energy).

Hal ini jadi penting agar seluruh wilayah Indonesia secara mandiri memiliki akses sumber energi yang dihasilkan berdasarkan potensi energi yang dimiliki oleh daerah tersebut 

Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) PT Vena Energy di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (4/12/2021).

Peninjauan PLTS dilakukan bertujuan untuk menemukan sekaligus belajar dari best practices guna mendorong terciptanya energi alternatif di Indonesia. 

"Kunjungan ini bertujuan untuk menemukan dan mempelajari dari best practices di lapangan. Komisi VII DPR sangat concern dengan clean and renewable energy. Saat ini kita tahu kita sedang ke arah sana." terang Sugeng.

Komitmen menghasilkan EBT bukan sekadar omongan belaka. Dirinya menjelaskan Indonesia turut terlibat dan menandatangani Paris Agreement.

Kemudian, perjanjian tersebut ditegaskan dengan ratifikasi dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim.

Tentu, ia menegaskan, serangkaian kebijakan ini menjadi bukti komitmen Indonesia untuk memperoleh energi bersih, handal, dan mandiri tanpa tergantung sumber fosil.

"Kita semua akan menekan serendah mungkin emisi karbon. Energi baru dan terbarukan bukan pilihan, itu keharusan,” tegas Sugeng. 

Walaupun pengembangan PLTS masih perlu sejumlah tantangan seperti terbatasnya lahan untuk membangun infratruktur PLTS, politikus Partai Nasional Demokrat (F-NasDem) itu tetap optimis tantangan itu bisa dihadapi dengan menerapkan sistem floating sehingga infrastruktur tenaga surya bisa memanfaatkan danau atau laut untuk menyerap energi surya. 

Oleh karena itu, Sugeng meyakini Indonesia mampu beralih menuju EBT sebagai sumber utama energi. Baginya, Indonesia dianugerahi sumber daya alam di mana ada potensi membangun PLTS yang dapat mengakselerasi target bauran EBT sebesar 23% di tahun 2025 hingga 315 di tahun 2050.

Di sektor perindustrian juga terdapat Kelompok RE100 yang merupakan kelompok perusahaan global yang berkomitmen untuk menggunakan 100% energi terbarukan bagi kegiatan operasional mereka. 

"Tidak ada alasan. Indonesia harus memiliki energi baru terbarukan yang bersih tentu dan bisa diakses oleh rakyat. Apalagi di tengah komitmen dunia dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon,” tandas legislator dapil Jawa Tengah VIII tersebut. 

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII DPR RI didampingi  jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), di antaranya Dirjen Ketenagalistrikan serta Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

Lalu, Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Alat Elektronika Kementerian Perindustrian, Dirut Vena Energy, Direksi PT PLN, Kepala PLTS Likupang, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, sekaligus Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Susanto

Tunjangan Dihentikaan saat Tugas Belajar, Dua Dosen Gugat UU

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 08 Desember 2022, 13:45 WIB
Dua dosen menguji ketentuan Pasal 51 ayat (1) UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen karena dianggap multitafsir dan dapat ditafisirkan...
Antara

Ruang Privat Tetap Dijamin Dalam KUHP

👤Sri Utami 🕔Kamis 08 Desember 2022, 13:20 WIB
Juru Bicara Tim Sosialisasi KUHP Nasional Albert Aries memastikan Pasal 284 tidak mengganggu ruang...
Antara

Sambut Hari HAM se-Dunia,  Indeks HAM Indonesia Jadi Tolok Ukur

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 08 Desember 2022, 12:45 WIB
Adanya pembangunan indeks HAM tersebut sebagai dasar analisis berbasis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya