Selasa 30 November 2021, 20:39 WIB

Survei: NasDem masuk tiga besar dengan elektabilitas 9,3%

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Survei: NasDem masuk tiga besar dengan elektabilitas 9,3%

MI/PANCA SYURKANI
Partai NasDem

 

SURVEI yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting menunjukkan partai NasDem berhasil masuk ke barisan tiga besar partai politik di Tanah Air dengan elektabilitas mencapai 9,3 persen.

"Sementara, Golkar yang biasanya menduduki posisi tiga besar merosot dengan elektabilitas hanya 4,9 persen," kata Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Untuk posisi pertama dan kedua masih ditempati oleh PDIP dan Gerindra, ucap Andreas.

Menurut Andreas, melejitnya elektabilitas NasDem berkorelasi dengan kedekatan partai tersebut dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Basis pemilih Anies yang didominasi segmen islam makin mengerucut pilihan politiknya ke NasDem.

Sebagaimana diketahui, Nasdem cukup getol merekrut tokoh-tokoh dengan elektabilitas tinggi sebagai calon presiden yang belum memiliki kendaraan politik. Melalui konvensi calon presiden yang direncanakan pada 2022, NasDem memberikan panggung kepada Anies dan tokoh-tokoh lain, ujarnya.

Baca juga: BURT DPR Kritisi Aturan Wajib Rapid Test Antigen bagi Pendatang di Bandara Sam Ratulangi

"Sebagai partai politik nasionalis, NasDem memiliki keluwesan tinggi dan rentang spektrum ideologi yang sangat lebar untuk merangkul segmen pemilih islam," tutur Andreas.

Dengan mendukung Anies, NasDem berupaya untuk menambah basis pemilih dari kalangan islam. Menguatnya elektabilitas partai itu juga berpeluang menciptakan polarisasi dengan koalisi partai nasionalis lain yang dominan yakni PDIP dan Gerindra, ujarnya.

Di satu sisi, meskipun tetap unggul, elektabilitas PDIP kini hanya 16,4 persen. Sementara, elektabilitas Gerindra 9,6 persen, tipis di atas NasDem dan berpeluang tersalip.

"Banyak pemilih islam yang semula mendukung Gerindra bergeser ke NasDem," jelas dia.

Lebih rinci, hasil survei New Indonesia Research & Consulting yakni PKB memperoleh elektabilitas sebesar 7,7 persen, Demokrat 7,3 persen, PSI 5,4 persen, Golkar 4,9 persen dan PKS 4,5 persen.

Selanjutnya, PPP dengan perolehan elektabilitas 2,2 persen, Partai Ummat 1,5 persen, PAN 1,1 persen dan Gelora 1,0 persen. Untuk papan bawah, Perindo hanya meraih 0,8 persen, Hanura 0,6 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,3 persen, Berkarya 0,2 persen dan Garuda 0,1 persen.

Selain itu, ia mengatakan munculnya partai politik baru masih belum cukup signifikan meraih dukungan dari masyarakat.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 11 hingga 20 November 2021 terhadap 1.200 orang yang mewakili seluruh provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,89 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Antara

Demokrat: Kepastian Jadwal Pemilu 2024 Bantu Parpol Fokus Konsolidasi

👤Ant 🕔Senin 24 Januari 2022, 23:58 WIB
Herzaky menyampaikan Demokrat sejak awal menyetujui usulan...
MI/M IRFAN

PKB Gembira Pemilu 2024 Berbarengan dengan Hari Kasih Sayang

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 24 Januari 2022, 22:00 WIB
PKB mengusulkan agar pemungutan suara Pemilu 2024 dilaksanakan di antara bulan Januari sampai Maret...
Antara

PKS: KPU Harus Segera Siapkan Regulasi Pemilu 2024

👤Emir Chairullah 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:45 WIB
Ditetapkannya 14 Februari 2024 sebagai hari penyelenggaraan pemilu menyebabkan waktu persiapan penyelenggara pemilu semakin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya