Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Serapan Anggaran Infrastruktur Digenjot

Pra/X-7
12/5/2016 09:11
Serapan Anggaran Infrastruktur Digenjot
(Sekjen Kementerian PUPR Taufik Widjoyono -- ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Apresiasi Presiden Joko Widodo atas kinerja baik dalam penyerapan anggaran kuartal I 2016 tidak lantas membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU-Pera) berpuas diri. Sekjen Kementerian PUPR Taufik Widjoyono mengatakan masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk meraih target tahun ini.

“Pak Menteri (PU-Pera Basuki Hadi­muljono), kemarin (Selasa, 10/5), memang bilang Pak Presiden agak kecewa dengan progres ekonomi pada kuartal pertama yang hanya 4,92% dari target 5,2%,” ujar Taufik.

Dari pencapaian itu, ungkap Taufik, sektor konstruksi berkontribusi sebesar 7%. “Angka itu cukup bagus untuk kondisi saat ini. Itu bisa dicapai karena kami sudah menyiapkan semua hal dari jauh hari. Kami kunci betul agar sesuai waktu yang ditargetkan,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada Senin (9/5) Presiden Joko Widodo menyatakan realisasi belanja modal di instansi sektor infrastruktur, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Perhubungan, cukup mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni dengan kontribusi sebesar 7,9%.
“Pada kuartal I 2016, sektor konstruksi masih jadi andalan sebesar 7,9%. Ya, kelihatan yang memang memulai di awal-awal tahun ialah di sektor ini,” tandas Presiden.

Namun, Taufik mengatakan realisasi belanja modal itu tidak bisa dijadikan alasan Kementerian PU-Pera berpuas diri.

“Sebenarnya, target penyerapan kami pada kuartal pertama ialah 10,9% dari total anggaran Rp104,08 triliun, tapi yang terealisasi hingga akhir kuartal pertama 8,66%,” paparnya.

Hingga awal Mei 2016, total pencapaian penyerapan anggaran Kementerian PU-Pera sebesar 14,55% dari target sebesar 20,97%. “Kami akan genjot terus untuk mengejar target 42,56% di kuartal kedua.”
Kendati hanya mendekati dan belum mencapai target, Sekjen Kementerian PU-Peraitu mengatakan tidak ada kendala besar dalam proses pembangunan.

“Kendala memang ada, seperti pembebasan lahan dan lain-lain, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan. Kami tidak bisa salahkan siapa-siapa. Kami memang perlu beker­ja lebih keras lagi. Manajemen internal harus didorong lebih kuat lagi,” tegasnya.

Terkait rencana pemotongan anggaran, Taufik mengakui hal itu memang menjadi sesuatu yang membayangi kinerja Kementerian PU-Pera. “Dampak pasti ada, tapi untuk kami mungkin tidak akan terlalu besar,” ucap Taufik.

Kementerian pun memiliki strategi untuk menghadapi hal itu. “Dari sisi percepatan pengadaan, ada Rp4,6 triliun yang akan dipotong, itu semua dari yang belum lelang. Kami juga akan potong dari sisa tender sebesar Rp3,1 triliun dan penghematan internal lain seperti rapat-rapat, jadi rencana pemotongan anggaran Rp8,4 triliun bisa dilakukan.”

Namun, pemotongan tersebut, jelas Taufik, tidak akan mengganggu proyek prioritas kementerian. “Pembangunan pengamanan pantai, misalnya. Itu bisa ditunda tahun depan. Namun, untuk waduk, jalan raya, dan proyek utama lainnya tidak bisa ditunda lagi.” (Pra/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya