Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMPERINGATI Hari Pahlawan, Ketua DPR RI Puan Maharani mengikuti upacara perayaan bersama Presiden Joko Widodo di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Namun tak hanya mengenang jasa para pahlawan bangsa, tempat peristirahatan itu juga istimewa bagi Puan karena sang ayah, Taufiq Kiemas, juga dimakamkan di sana.
Setelah upacara usai, Puan menyempatkan diri nyekar ke makam Taufiq, yang berkali-kali dia sebut sebagai sosok yang dikagumi, idola, bahkan boleh dikatakan pahlawan masa kecilnya.
Mata Puan terlihat memancarkan kesedihan, meskipun sang ayah telah berpulang lebih dari 8 tahun yang lalu. Rasa kehilangan ini kembali menyergap ketika Puan berdiri di samping pusara.
Berbalut kerudung hitam, Puan tampak duduk khusyuk membacakan doa dan melantunkan ayat suci Al Quran. Setelah itu, dia menaburkan bunga ke atas makam sang ayah. Puan pun berlalu tanpa banyak bicara dan kembali bertugas.
Sosok sang ayah
Bagi seorang Puan Maharani, darah politik memang deras mengalir dari mulai kakeknya, Bung Karno, lalu ibunya Megawati Soekarnoputri. Namun, wejangan Taufiq Kiemas lah yang pertama mampu membangunkan darah politik Puan.
Sosok Taufiq Kiemas untuk Ketua DPR RI Puan Maharani tidak hanya tercatat sebagai seorang ayah, tetapi juga inspirasi besar dalam karier politiknya. Puan pernah menyatakan ada andil besar Taufik yang membuatnya ingin terjun ke dunia politik.
Menurut Puan, dirinya banyak belajar soal perjuangan untuk rakyat dari hidup beliau. Ia juga mengakui bahwa gemblengan Taufiq Kiemas dan Megawati Soekarnoputri lah yang membentuk karakternya sebagai seorang politikus.
Dahulu, Taufiq pernah berpesan pada Puan untuk berjuang dari dalam sistem. Agar ia dapat lebih banyak membantu masyarakat. Puan melihat bahwa untuk membuat perubahan yang signifikan, dia mau tak mau memang harus masuk struktur pemerintahan.
"Kata Pak Taufiq, Nggak ada teorinya, hanya bisa dirasakan kalau kamu sudah menyatu dengan semua orang yang nanti akan bahu-membahu bersama kamu memenangkan atau kalah dalam satu perjuangan," kata Puan menceritakan pesan dari ayahnya dalam keterangan pers, Kamis (11/11).
Kalimat tersebut diakui Ketua DPR Puan Maharani menjadi awal mula keberaniannya memulai karier sebagai politikus.
Maka tak salah bahwa kepergian Taufiq merupakan peristiwa kehilangan yang amat sangat bagi Puan. Dia kehilangan sosok ayah juga mentornya dalam berpolitik.
“Sebuah kehilangan bukan hanya beliau sebagai seorang suami bagi Ibu Megawati, dan ayah bagi kami. Tetapi juga kami merasa kehilangan seorang guru, mentor, dan panutan politik dalam perjuangan serta pembimbing kami dalam kehidupan,” tutur Puan pada haul Taufiq Kiemas.
Karier politik sang ayah
Taufiq Kiemas adalah seorang tokoh yang malang melintang di kancah politik Indonesia. Almarhum menduduki kursi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI pada tahun 2009-2014
. Ayah Puan maharani ini memiliki darah Palembang-Minangkabau dan punya bergelar Datuk Basa Batuah dari keluarganya.
Taufiq semasa hidupnya pernah menduduki posisi sebagai Bapak Negara RI kelima saat Megawati Soekarnoputri meraih tampuk kepemimpinan tertinggi Indonesia yaitu Presiden ke-5.
Ia bersama Megawati berjuang memperkuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia juga pernah menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI Perjuangan.
Taufiq pernah mengeluarkan biografi pada ulang tahun ke-70 yang berjudul Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam. Buku itu menceritakan perjalanan hidup Taufiq Kiemas sejak kecil, perjuangan politiknya, hingga menjadi ketua MPR.
Taufiq wafat pada 8 Juni 2013, setelah berjuang melawan penyakit jantung dan dirawat di Singapura. Jasadnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Taufiq juga dikenal sebagai bapak empat pilar MPR, pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Mengenang jasa pahlawan
Latar belakang keluarga, sekaligus inspirasi perjuangan politik ayahnya membuat Puan Maharani tumbuh sebagai seorang sosok yang sangat menghargai sejarah dan menghormati jasa-jasa para pahlawan.
Tak heran memang, karena kakeknya seorang Proklamator yang jasanya tentu sangat besar bagi bangsa. Oleh karena itu, dalam pidato singkatnya pada perayaan Hari Pahlawan, Puan mengajak seluruh rakyat Indonesia mengenang jasa para pahlawan yang gugur demi kemerdekaan bangsa.
"Mari kita mengenang jasa para pahlawan yang sudah mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Tanpa mereka, kita tidak bisa seperti saat ini sebagai negara yang memiliki kebebasan," kata Puan dalam Peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11).
Ia juga menyebut Indonesia kini membutuhkan banyak pahlawan era kemajuan. Puan mengatakan, pahlawan era kemajuan adalah mereka yang berjuang bukan hanya untuk kepentingan dirinya saja.
“Sekarang Indonesia membutuhkan semakin banyak pahlawan-pahlawan masa kini, pahlawan-pahlawan era kemajuan. Pahlawan-pahlawan modern yang bukan membawa bambu runcing, tetapi berbekal nilai-nilai kebangsaan Indonesia dan berbuah karya-karya yang mendunia,” ucap Puan. (RO/OL-09)
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendesak pemerintah segera mengevakuasi WNI kru kapal yang terkatung hampir setahun di lepas pantai Afrika tanpa kepastian upah dan nasib.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
PEMERINTAH Kota Semarang terus mendorong pengukuhan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional.
Gelar Pahlawan Nasional yang diterima kedua tokoh tersebut merupakan kebanggaan sekaligus pengingat bagi generasi muda untuk terus meneladani perjuangan mereka.
Bahlil Lahadalia menilai Soeharto layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ia berharap pihak yang menolak dapat menerima keputusan pemberian gelar tersebut.
Keputusan Presiden Nomor 116/TK Tahun 2025 menetapkan dan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Bidang Perjuangan Bersenjata kepada Tuan Rondahaim Saragih pada 10 November 2025.
Paguyuban Persaudaraan Trisakti 12 Mei 1998 menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait keputusan pemerintah yang memberikan Gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh.
Pada Hari Pahlawan, 10 November 2025, Pemerintah Republik Indonesia kembali menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh penting dari kalangan NU
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved