Selasa 12 Oktober 2021, 17:04 WIB

Minim Figur Capres, NasDem Andalkan Mesin Partai di 2024

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Minim Figur Capres, NasDem Andalkan Mesin Partai di 2024

MI/M. Irfan
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali (kiri)

 

WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menjelaskan Partai NasDem akan sepenuhnya mengandalkan kekuatan mesin partai untuk bersaing memenangi Pemilu 2024. Ali menyadari bahwa NasDem saat ini belum memiliki basis pemilih yang kuat maupun figur tokoh calon presiden (capres) pontesial yang bisa diandalkan untuk memperoleh banyak suara dalam Pemilu 2024.

"Berdasarkan evaluasi dari 2 Pemilu sebelumya yang diikuti NasDem, kami menyadari bahwa saat ini NasDem belum memiliki basis (pemilih) ideologi sehingga berdasarkan survei partai kita selalu berada di bawah. Atas dasari itulah kami memastikan mesin partai bergerak memenagkan NasDem," ungkap Ali saat dihubungi di Jakarta, Selasa (12/10).

Dalam rangka mempersiapkan mesin pemenangan partai, NasDem diungkapkan oleh Ali saat ini tengah menjalani rangkai Rapat Kerja Nasional Khusus (Rakornasus) ke berbagai daerah. Rakornasus tersebut sedikitnya sudah dilakukan di 18 provinsi. Hasil Rakornasus NasDem diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan hingga tinggkat DPRT di awal tahun 2022.

"NasDem berbeda dengan partai lain yang sudah berdiri puluhan tahun dan memiliki basis pemilih ideologi yang kuat maupun mendapat dukungan dari organisasi masyarakat (ormas) berbasis kultural. Untuk menyiasati kekurangan itu, kita memastikan mesin partai bekerja hingga struktur DPRT," jelasnya.

Baca juga: PKB Siap Usung Muhaimin-Prabowo ataupun Prabowo-Muhaimin di 2024

Sejauh ini, survei elektabilitas NasDem terlempar dari posisi empat besar. Berdasarkan survei, NasDem hanya mengantongi elektbalitias sebesar 4,2%. Berada di bawah Golkar PKS 6%, PKB, 10%, dan Golkar 11,3%. Ali berharap, mesin partai yang disiapkan mampu mendongkrak elektabilitas NasDem pada Pemilu 2024.

"Kita terus kerjakan untuk memperkuat mesin partai. Mudah-mudahan angka 4 persen ini terus bergerak," ungkapnya.

Selain itu, Ali menegaskan bahwa NasDem juga akan memanfaatkan besarnya potensi suara dari para pemilih milenial khusunya generasi Z. Dari daftar pemilih tetap (DPT) pemilu serentak 2019, pemilih berusia 20 tahun mencapai 17.501.278 orang, sedangkan yang berusia 21-30 tahun sebesar 42.843.792 orang. Untuk Pemilu 2024, jumlah pemilih milenial dan generasi Z diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 60 persen dari total suara pemilih.

"Kita tidak bisa menutup mata bahwa menghadapi tahun 2024 ada kelompok pemilih pemula yang hari ini jumlahnya begitu besar," jelas Ali.

Generasi Z tersebut diungkapkan Ali akan menjadi bagian dari tanggung jawab Partai NasDem untuk melakukan edukasi mengenai pentingnya peran pemuda dalam politik. Tentunya, seluruh pengurus dan kader NasDem harus memahami karakter mereka, karena mereka adalah kelompok apolitik.

"Milenial dan generasi Z juga tidak suka dengan retorika, tapi melihat kepada hal-hal yang nyata dan rasional," turunya.

Pemahaman dan pengetahuan ini menjadi modal bagi seluruh pengurus Partai NasDem. Karenanya, dalam setiap Rakorwil selalu menjadi salah satu materinya adalah bagaimana masuk, merangkul dan mengedukasi kaum milenial.

"Mau tidak mau kita harus mendekatinya, karena di tahun 2024 segmen milenial ini adalah terbesar dalam menggunakan hak pilihnya. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk mengedukasi mereka sehingga mereka mau menggunakan hak politik. Kalau tidak, demokrasi kita akan sangat rentan," tegas Ali. (OL-4)

Baca Juga

DOK DPR RI

Bukhori Kritisi Rencana Pemerintah Berlakukan Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 11:42 WIB
Bukhori mendesak pemerintah segera membatalkan rencana tes PCR sebagai syarat wajib menggunakan semua moda transportasi maupun syarat wajib...
DOK DPR RI

Ketua DPR: Generasi Muda Jangan Berhenti Bicara Kebhinekaan-Persatuan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 11:07 WIB
Puan meminta semangat ber-Tanah Air, berbangsa dan berbahasa satu yaitu Indonesia, yang digelorakan para pemuda nusantara 93 tahun lalu,...
MI/Indriyani Astuti

Tim Seleksi Dengarkan Masukan Bawaslu

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 10:40 WIB
Bawaslu berharap calon penyelenggara pemilu bisa bertindak sebagai...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya