Selasa 28 September 2021, 21:38 WIB

Ini Cerita Sesama Tahanan Soal Napoleon

Muhamad Fauzi | Politik dan Hukum
Ini Cerita Sesama Tahanan Soal Napoleon

Antara
Irjen Napoleon Bonaparte

 

SELAMA 10 bulan berinteraksi dengan Irjen Napoleon Bonaparte di tahanan, aktivis demokrasi  Syahganda Nainggolan menilai sosok jenderal bintang dua itu ibarat emas yang terpendam. Penilaiannya didasarkan pada pemikiran Napoleon yang maju, bijak, dan demokratis. 

"Napoleon ini memang hamper tidak dikenal public dalam negeri. Kami yang aktivis aja nggak kenal. Saya banyak berinteraksi dengan polisi, tapi Napoleon saya nggak kenal. Ternyata dia emas yang terpendam selama ini, " ujar Syahganda dalam wawancara dengan Rahma Sarita  yang ditayangkan channel Youtube Realita TV, Selasa (28/9).

Dalam tayangan itu, Rahma juga mewawancari pengacara Irjen Napoleon Bonaparte, DR Ahmad Yani.

Sebagai akademisi, Syahganda mengaku melakukan observasi terhadap Irjen Napoleon.  Dia menemukan sosok Napoleon sebagai pemikir yang cerdas. Dia memahami masalah politik internasional, global politik dan politik lokal. 

"Ini luar biasa, Secara karakter luar biasa. Rendah hati, dan Ketika kami berdiskusi bertiga dengan aktivis Jumhur Hidayat, dia bisa mengimbangi kita. Dia juga melakukan hal yang sama dengan Habib Rizieq. Dia mengundang Habib RIzieq ke kamarnya untuk berdiskusi, " kenang Syahganda.

Ihwal pemukulan terhadap M Kece, Syahganda menilai hal itu sebagai kejadian yang biasa di penjara atau tahanan. Dia mencontohkan kasus pelaku penghina Natalius Pigai yang dibilang gorilla, juga hampir mati di dalam (penjara). Karena ada orang Nigeria kulit hitam yang merasa ikut terhina. 

Jadi, kata dia, dalam kasus M Kece yang menghina Rasulullah, orang Islam di penjara pasti marah sekali. Termasuk orang Islam yang terlibat dalam kriminalitas sekalipun. 

Akhirnya, dia mengaku heran dengan kasus pemukulan M Kece ini. Banyak kasus tahanan Bareskim, mulai perkelahian, pemukulan, minuman. Tapi tidak pernah menjadi laporan seperti kasus Napoleon dan M Kece ini. Tapi, melihat karakter Napoleon yang kuat, dia mau bertanggungjawab.

Pada bagian lain, Ahmad Yani menilai, sebagai mantan Densus Napoleon pasti memiliki data-data lengkap dengan pertimbangan dan proyeksi masa depan dalam membuat surat terbuka. Karena orang seperti M Kece memang bisa membahayakan persatuan dan kesatuan serta perpecahan umat beragama. (OL-13)

Baca Juga: Satgas: Varian R.1 Masih dalam Pemantauan WHO

Baca Juga

DOK. UNHAN

Prabowo Bakal Maju Lagi di Pilpres 2024, Gerindra: Disukai Kaum Milenial

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 13:56 WIB
Dia mengatakan dari hasil survei menunjukkan di antara banyak calon presiden, Prabowo Subianto adalah sosok yang banyak digandrungi dan...
MI/Adam Dwi.

KPK Telisik Arahan Dodi Alex Noerdin terkait Proyek Pemkab

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 13:32 WIB
Dalam kasus itu KPK menetapkan tersangka Dodi Alex Noerdin, Kepala Dinas PUPR Herman Mayori, Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Eddi Umari,...
DOK DPR RI

Anggota DPR Sayangkan Kejadian Double Transfer Pada Insentif Nakes

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 13:07 WIB
Meminta kembali insentif yang telah ditransferkan bukan perkara mudah. Kejadian ini adalah kesalahan yang sangat fatal dan perlu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya