Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi X DPR RI Sofyan Tan mengharapkan kepada pemerintah kabupaten/kota dapat membuat pojok baca yang berada di pedesaan untuk meningkatkan minat baca di masyarakat.
Pembangunan tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan anggaran pembangunan desa. Dimana, pada periode saat ini anggaran yang dikucurkan pemerintah lebih banyak untuk pembangunan di pedesaan.
Demikian diungkapkan Sofyan usai mengikui pertemuan Komisi X DPR RI dengan Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi Keuangan Pengembangan Aset SDA Agus Tripriyono, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut Halen Purba, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut Dwi Enda Purwanti, pustakawan, komunitas literasi, organisasi profesi perpustakaan di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (24/9).
Menurut Sofyan, pembangunan tidak hanya infrastruktur, tetapi juga pembangunan berupa pojok-pojok baca yang bisa dikembangkan lebih banyak di daerah pedesaan.
"Saya mengharapkan dengan adanya pembangunan pojok baca di pedesaan, keinginan masyarakat yang gemar membaca bisa lebih ditingkatkan, karena sudah mendapatkan kemudahan dalam mencari bahan atau referensi buku bacaan yang diinginkan,” jelasnya.
Di sisi lain, politikus PDI-Perjuangan tersebut mengusulkan pengembangan e-book atau buku digital untuk membaca, sehingga para penulis tidak lagi menuangkan tulisannya dalam bentuk buku yang harus dicetak, akan tetapi bisa dituangkan ke dalam bentuk buku digital.
"Saya rasa zaman sekarang masyarakat sudah banyak memiliki alat komunikasi yang canggih berupa smartphone yang bisa dengan mudah kapan saja mengakses bacan-bacaan yang diinginkan,” kata Sofyan lebih lanjut.
Selain bisa menekan anggaran untuk bahan dasar buku, pengembangan e-book atau buku digital juga ramah lingkungan.
Di situasi pandemi Covid-19, memaksa semua pihak untuk bisa mengembangkan ke era digitalisasi, baik bahan bacaan perpustakaan ataupun hal lainnya. Untuk itu perlu adanya dukungan dari pemerintah daerah termasuk Pemerintah Provinsi Sumut untuk menyiapkan perangkat yang bisa memfasilitasi. (RO/OL-09)
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Skor PISA 2022 menempatkan literasi membaca siswa Indonesia pada angka 359 poin, masih di bawah rata-rata internasional.
MEMPERINGATI Hari Pendidikan Internasional, The Sunan Hotel Solo sukses menggelar “Solo Book Party – Edisi Spesial 2 Tahun SBP” bersama Solo Book Party (SBP).
Di kota ini berdiri banyak sekali lembaga pendidikan tinggi, dan rata-rata terbaik se-Indonesia
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini Anak-Anak Bantaran Sungai Ciliwung Bersama Pegiat Biruni
Membaca pada dasarnya adalah sebuah latihan bagi otak.
Acara yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba ini mengusung tema "Membaca, Berdaya dan Sejahtera dengan Literasi".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved