Senin 13 September 2021, 12:05 WIB

Ditangkap Densus 88, Karyawan Kimia Farma Diganjar Skorsing 

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Ditangkap Densus 88, Karyawan Kimia Farma Diganjar Skorsing 

Antara/HO
Densus 88 Antiteror

 

PT Kimia Farma Tbk mengambil langkah tegas terhadap karyawannya yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/9). Karyawan berinisial S menjadi salah satu terduga teroris dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI). 

Direktur Utama PT Kimia Farma Verdi Budidarmo menegaskan, untuk status karyawan yang ditangkap tersebut, sudah diberlakukan skorsing dan pembebasan tugas sementara waktu, selama menjalani pemeriksaan oleh pihak yang berwajib terhitung sejak Jumat (10/9).

Pihaknya menegaskan tidak menoleransi aksi radikalisme dan terorisme dalam bentuk apa pun, termasuk di internal perusahaan sehingga mendukung aparat dalam memerangi tindakan tidak terpuji tersebut. 

Baca juga: Langkah Hukum Moeldoko terhadap ICW Bukan Arogansi Pejabat

“Kimia Farma sangat mendukung sepenuhnya upaya seluruh aparat penegak hukum guna memerangi terorisme di seluruh lingkungan perusahaan," kata Verdi dalam keterangannya, Minggu (12/9).

Menurutnya, apabila karyawan tersebut terbukti bersalah secara hukum, dia akan dikenakan sanksi pelanggaran berat sesuai peraturan perusahaan yang berlaku berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan tidak hormat dan otomatis sudah tidak menjadi bagian dari karyawan Kimia Farma.

Namun, jika yang bersangkutan tidak terbukti bersalah atas dugaan terlibat dalam jaringan terorisme, perusahaan akan melakukan tindakan mendukung pemulihan nama baiknya.

“Kami mendukung upaya aparat penegak hukum untuk memproses secara hukum atas tindakan yang dilakukan oleh oknum karyawan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkas Verdi. (OL-1)

Baca Juga

Ist

Tidak Lulus TWK, Pemecatan 56 Pegawai KPK Sah Secara Konstitusi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 17 September 2021, 20:23 WIB
Sebagai lembaga peradilan tertinggi untuk melakukan judicial review, keputusan MK berasas erga omnes atau berkekuatan putusan...
Antara

KPU Kaji Ulang Jadwal Pemilu 2024

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 17 September 2021, 18:28 WIB
KPU perlu melakukan pembahasan internal untuk menindaklajuti hasil rapat bersama Mendagri, Bappilu dan DPR terkait pelaksanaan pemilu...
Ist/DPR

Jateng & Papua Kasus Covid-19 Aktif Tertinggi, Puan Minta PeLaksana PON Waspada

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 17 September 2021, 18:22 WIB
Belum berakhirnya pandemi berpotensi mengancam kesehatan dan keselamatan para atlet maupun pihak-pihak yang terlibat dalam gelaran PON XX...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya