Minggu 12 September 2021, 20:08 WIB

Mahfud MD: Seluruh Pemangku Kepentingan Harus Bantu Pengembangan PLBN Sota

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Mahfud MD: Seluruh Pemangku Kepentingan Harus Bantu Pengembangan PLBN Sota

Antara
Mahfud MD saat meninjau PLBN Sota

 

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, serta beberapa fasilitas di kawasan perbatasan di Merauke, Papua, Minggu (12/9). Dari peninjauan itu, ia melihat bahwa kawasan tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar.

Mahfud pun meminta Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), seluruh kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah berperan aktif menggerakkan roda perekonomian di perbatasan Sota.

 

"Tempat yang bagus ini bisa menjadi sentra pertumbuhan ekonomi terutama ekspor dan impor," ujar Mahfud melalui keterangan resmi.

Seiring dengan proses pengembangan kawasan, Mahfud lebih jauh menjelaskan, PLBN Sota akan mengalami peningkatan mobilitas baik orang dan barang. Hal itu harus diantisipasi dengan baik guna mencegah timbulnya permasalahan seperti penyelundupan barang ilegal, peredaran arkoba, dan sejumlah tindak kejahatan lainnya.

"Kalau sudah menjadi sentra ekonomi, pasti akan muncul potensi kriminalitas. Oleh sebab itu, saya sudah banyak berdiskusi dengan Mendagri, nanti tentu akan ada penindakan-penindakan hukum," papar menteri pertahanan di era Presiden Gusdur itu.

Mahfud juga menekankan kepada para petugas perbatasan untuk bisa berlaku adil dalam menangani setiap pelanggaran yang terjadi. Misalnya, untuk pelanggaran ringan, aparat harus mengedepankan pendekatan restoratif justice.

"Penegakan hukum cukup dengan pendekatan restoratif justice. Dididik, diberi pengertian, jangan dibuat takut. Hukum yang ramah yang harus ditegakkan disini, sehingga hukum itu dipakai untuk membangun harmoni, bukan untuk menakut-nakuti," tegasnya.

Namun, jika terjadi pelanggaran berat, langkah-langkah tegas harus diambil. Terlebih jika menyangkut kasus pidana serius seperti narkoba atau pembunuhan. "Jika pelanggarannya ringan dinasehati saja, diberi tahu caranya, kalau bisa dibantu. Tapi kalau yang menyangkut tindak pidana serius seperti narkoba, pembunuhan, perampokan, tindak dengan tegas," pungkasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

dok.rumgapres

Jokowi: Harus Ada Penguatan Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 23 September 2021, 07:20 WIB
PRESIDEN Joko Widodo menegaskan pentingnya penataan ulang sekaligus penguatan arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia, untuk menyudahi...
Antara/Wahyu Putro

Mengabadikan Semangat Juang Yun Hap

👤Anggi Putri Lestari 🕔Rabu 22 September 2021, 23:46 WIB
Yun Hap merupakan simbolis dari gerakan '98 dan diharapkan bukan hanya sekedar memperingati sosoknya tetapi juga bisa menumbuhkan...
MI/M. Irfan

Bupati Kolaka Timur Terima Suap Terkait Dana Hibah BNPB

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 22 September 2021, 22:00 WIB
Andi Merya ditangkap melalui operasi tangkap tangan atau OTT yang digelar pada Selasa (21/9) malam. Dia diduga menerima suap Rp225 juta dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya