Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

PSN Merauke jadi Harapan Ekonomi Baru bagi Warga Kampung Wanam

Rahmatul Fajri
09/2/2026 13:34
PSN Merauke jadi Harapan Ekonomi Baru bagi Warga Kampung Wanam
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan kawasan pangan di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mulai menjadi harapan ekonomi bagi masyarakat setempat. Warga Kampung Wanam yang sebelumnya bergantung pada sektor kelautan kini mulai beralih dan terserap menjadi tenaga kerja dalam proyek skala besar tersebut.

Paul Tinus (29), warga asli Kampung Wanam, mengaku kehidupannya berubah setelah dua tahun bergabung dengan proyek PSN Merauke. Mantan pelaut ini menuturkan bahwa sistem penggajian bulanan di proyek negara tersebut memberikan kepastian ekonomi bagi istri dan dua anaknya.

“Ekonomi keluarga saya terbantu. Selain gaji bulanan, keuntungan bekerja di sini adalah saya dekat dengan keluarga. Bisa antar makan ke rumah, lalu balik lagi ke proyek,” ujar Paul saat ditemui di kediamannya, Minggu (8/2/2026).

Kepala Kampung Wanam, Kosmas Serilius mengatakan dari total 743 jiwa penduduk Wanam, sebagian besar pemuda mulai masuk dan bekerja di kawasan proyek. Ia berharap peluang kerja ini terus terbuka seiring dengan pengembangan lahan yang semakin luas.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Tim Proyek Wanam, Gawang Kurniawan, menegaskan bahwa pelibatan masyarakat adat dan marga setempat merupakan prioritas utama dalam operasional PSN Merauke.

“Kami harus bersinergi dengan masyarakat yang ada. Kami melibatkan warga dari marga-marga di sini. Sinergi ini penting agar proyek berjalan beriringan dengan kearifan lokal,” kata Gawang.

Proyek ambisius ini merupakan bagian dari agenda ketahanan pangan nasional untuk membuka lahan seluas satu juta hektare dalam waktu tiga tahun. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggandeng mitra swasta, salah satunya adalah Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Haji Isam menyatakan bahwa keterlibatannya merupakan bentuk penugasan negara. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan target pembukaan lahan tercapai tanpa memprioritaskan kalkulasi keuntungan komersial semata.

“Ini adalah tugas negara yang diberikan kepada saya. Bagaimanapun caranya, agar satu juta hektare bisa terealisasi dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi,” tegas Haji Isam saat memantau operasional alat berat di wilayah Wanam. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya