Sabtu 04 September 2021, 15:00 WIB

Marak Data Bocor, Pengesahan RUU PDP Amat Mendesak

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Marak Data Bocor, Pengesahan RUU PDP Amat Mendesak

Ilustrasi peretasan
Medcom.id/M Rizal

 

KASUS kebocoran data pribadi kembali mencuat ke publik. Kasus terbaru ialah tersebarnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Maraknya kebocoran data mengindikasikan bahwa Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) mendesak untuk segera dilakukan. Pemerintah dan Komisi I DPR diharapkan untuk bisa segera menemukan jalan tengah terkait lembaga otoritas pelaksana pengawas PDP.

Baca juga: Penentuan Panglima TNI Diminta Dikembalikan ke Wanjakti

"Mesti dibentuk otoritas perlindungan data sesuai RUU PDP," ungkap Anggota Komisi I dari Fraksi Partai NasDem Muhammad Farhan saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (4/9).

Lembaga otoritas pengawasan data pribadi tersebut nantinya akan melakukan pengawasan dan penindakan kepada lembaga atau instansi yang tidak bisa menjaga kerahasiaan data pribadi. Farhan pun menrgaskan bahwa Komisi I dan Kominfo telah sepakat untuk segera menuntaskan RUU PDP.

"Komisi I DPR RI dan Menkominfo sudah sepakat utk menuntaskan pembahasan RUU PDP pada tahun ini," ujarnya.

Farhan menjelaskan, Panitia Kerja (Panja) pembahasan RUU PDP Komisi I telah mengirimkan permohonan kepada pimpinan fraksi dan pimpinan DPR RI untum mengatur ulang jadwal pelaksanaan pembahasan RUU PDP yang sempat terhenti karena menemui jalan buntu.

"Memohon pimpinan fraksi-fraksi dan Pimpinan DPR RI untuk memberikan kesempatan lagi kepada Panja untuk menuntaskannya pada masa sidang tahun ini," tegasnya. (OL-6)
 

Baca Juga

Medcom

Transaksi Suap Hakim Itong Dilakukan di Tempat Parkir PN Surabaya

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Jumat 21 Januari 2022, 00:55 WIB
Nawawi mengatakan penyerahan uang itu terjadi Rabu (19/1) sekitar pukul 13.30...
Antara

Hakim Itong Dijanjikan Fulus Rp1,3 M untuk Bubarkan PT SGP

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Jumat 21 Januari 2022, 00:43 WIB
KPK menyita uang Rp140 juta sebagai barang bukti dari pemufakatan jahat...
Medcom

Hakim Itong Isnaeni Marah Saat Diumumkan Sebagai Tersangka Suap

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:56 WIB
"Saya tidak pernah menjanjikan apapun, ini omong kosong!" cetus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya