Rabu 25 Agustus 2021, 17:35 WIB

Aktivis Antikorupsi vs Moledoko, Romli Atmasasmita: ICW Jangan Jadi Pengecut

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Aktivis Antikorupsi vs Moledoko, Romli Atmasasmita: ICW Jangan Jadi Pengecut

MI / ADAM DWI
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

 

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko mengirimkan surat somasi ketiga kepada Indonesia Corruption Watch (ICW) yang selama ini getol menyoroti kasus korupsi untuk mendapat klarifikasi atas tuduhan keterlibatan mengambil keuntungan dari peredaran obat Ivermectin dan ekspor beras.

"Langkah Moeldoko terhadap ICW harus dilihat dari sudut penyelenggara negara dan lembaga civil society yang memliki tugas sebagai watcdog anti korupsi. Sikap Moeldoko melakukan Somasi lazim sampai tiga kali merupakan langkah pro justitia," ujar Paka Hukum Pidana Romli Atmasasmita kepada Media Indonesia, Rabu (25/8).

Menurut dia, somasi yang dilayangkan Moeldoko berkenaan dengan upaya hukum karena tuduhan ICW berdampak negatif terhadap nama baik dan karir Moeldoko. Maka perlu diklarifikasi oleh ICW sesuai dengan norma kebiasaan dan hak yang berlaku.

Ia pun menilai ICW perlu menjawab seluruh klarifikasi yang diminta pihak Moeldoko dengan penuh tanggung jawab. "ICW harus bertanggung jawab atas tuduhan terhadap Moeldoko sebagai asas hukum," tegasnya.

Baca juga: Harun Masiku di Luar Negeri, KPK Bingung Cara Menangkapnya

Romli mengatakan warga negara Indonesia harus menjunjung tinggi hukum. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum. "Siapa yang menuduh harus membuktikan dengan sikap ksatria dan tidak lari bermain, hit and run (pengecut)," pungkasnya.

Penasihat hukum Moeldoko, Otto Hasibuan melayangkan somasi kali ketiga bagi ICW. Tenggat waktu yang diberikan kepada ICW untuk memberi klarifikasi 5x24 jam sejak Jumat, (20/8).

"Kami berunding dengan Pak Moeldoko, ya, sudah kalau orang salah siapa tahu mau berubah. Kami berikan kesempatan sekali lagi, kesempatan terakhir kepada saudara Egi, surat teguran ketiga dan terakhir. Kami tegas katakan kami berikan 5 x 24 jam untuk mencabut pernyataan dan minta maaf kepada Pak Moeldoko," katanya.

Otto menyebut Moeldoko sudah memberikan waktu yang cukup kepada ICW untuk menjawab somasi pertama dan kedua. Akan tetapi, dia merasa tidak puas dengan surat jawaban ICW.

"Apabila tidak mencabut dan meminta maaf, saya nyatakan dengan tegas bahwa kami sebagai penasihat hukum akan melapor ke polisi," kata Otto.(OL-4)

Baca Juga

MI/M Irfan.

Kejagung Berharap Pemulangan Buronan di Singapura Kini Lebih Mudah

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:48 WIB
JAM-Intel sendiri memiliki program Tangkap Buronan (Tabur) untuk menangkap para DPO Kejaksaan baik yang berstatus tersangka, terdakwa,...
Dok MI

Pascaekstradisi, Indonesia-Singapura Harus Punya Kesamaan Pandang

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 26 Januari 2022, 16:27 WIB
"Betul-betul harus ada suatu kesamaan pandang yang sama, karena hukum yang berbeda tadi. Tapi ini langkah awal, mudah-mudahan...
medcom.id

Rehabilitasi Diduga Jadi Alibi Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 26 Januari 2022, 15:48 WIB
Tempat itu diketahui sudah dioperasikan sejak 2012 dan diklaim sebagai tempat rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika namun tak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya