Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi buka suara soal kritik Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM Unnes) yang menyatakan Wapres Ma'ruf sebagai King of Silent.
"Pak Wapres sudah lihat dan tahu hal itu, beliau tidak marah mengetahuinya," ujar Masduki dalam konferensi pers daring, Rabu.
Masduki mengungkapkan, pada awalnya dirinya sempat kaget ketika kritik BEM KM Unnes ramai muncul di media sosial dan kemudian diberitakan media utama. Apalagi sebelumnya Presiden Joko Widodo juga diberikan julukan The King of Lip Service.
Namun dirinya tidak menganggap kritik tersebut sebagai suatu yang menghina.
“Kita semua saya kira pernah jadi mahasiswa. Salah satu ciri mahasiswa itu memang dia harus punya daya kritis. Jadi saya kira bagus,” ujarnya.
Namun demikian, Masduki mengungkapkan, seharusnya kritik mahasiswa juga diikuti argumen pembanding , termasuk dengan data.
Baca juga : DPR Minta Presiden Turun Tangan Larang Kedatangan WNA
"Kami perlu lakukan klarifikasi, karena salah satu ciri negara demokrasi kebebasan berpendapat tidak dihalangi, bahwa sebenarnya apa yang dikatakan mahasiswa ini ada informasi lain, Wapres di survei-survei lain yang kredibel menempatkan Wapres sangat baik seperti Litbang Kompas," sanggah Masduki.
Menurut Masduki, Wapres Ma'ruf sejak menjabat pada 2019 sudah bekerja baik dan menjalani tugas pokok dan fungsinya sebagai pembantu presiden. Wapres bekerja mengoordinasi pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya dikerjakan Presiden tetapi dilimpahkan kepada Wapres.
"Jadi sepanjang pokok tugas fungsinya itu, Wapres di mata saya dan tim sudah bekerja baik dan saat kita bandingkan dengan survei itu korelatif dan bekerja, memang tidak selalu didengungkan dan disuarakan, iya karena gaya Wapres yang low profile," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, dalam unggahan di media sosial baik Twitter maupun Instagram, BEM KM Unnes mengkritik Presiden Jokowi, Wapres Ma'ruf Amin, dan Ketua DPR Puan Maharani.
Dalam unggahannya BEM KM Unnes menyebut Jokowi sebagai The King of Lip Service, Ma'ruf sebagai The King of Silent, dan Puan sebagai The Queen of Ghosting. (OL-7)
Setibanya di Bandara Presidential Flight pukul 18.00 waktu setempat, kehadiran Presiden langsung disambut hangat oleh perwakilan warga Indonesia yang bermukim di sana.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Kegiatan aksi bersih pantai di Kuta, Bali ini diikuti oleh sedikitnya 80 mahasiswa Melanesia yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Bali.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Bagi Muhammad Abdurrahman Azzam, masa kuliah justru menjadi pintu masuk untuk terlibat langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Persoalan ini dipandang sebagai momentum untuk mendewasakan diri dalam berbangsa.
Presiden Prabowo Subianto menyebut pihak nyinyir dibayar untuk menciptakan kegaduhan dan menegaskan swasembada pangan 2025 sebagai jawaban pemerintah.
Kritik pemerintah soal bencana Sumatra berujung teror. Konten kreator dan aktivis alami ancaman hingga doxing.
DPP Gemura menilai berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa adalah bagian dari hak demokratis yang dijamin konstitusi.
Dugaan intimidasi terjadi usai tayangnya opini yang mengkritik pengangkatan jenderal TNI pada jabatan sipil, termasuk sebagai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
KRITIK sejatinya ialah katalisator positif dalam berjalannya proses demokrasi. Kritik menjadi pisau analisis dalam melakukan checks and balances bagi rezim yang memegang kekuasaa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved