Senin 05 Juli 2021, 14:55 WIB

Hari Terakhir, Jaksa Didesak Ajukan Kasasi atas Banding Pinangki

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Hari Terakhir, Jaksa Didesak Ajukan Kasasi atas Banding Pinangki

MI/Susanto
Pinangki Sirna Malasari 

 

INDONESIA Corruption Watch (ICW) mendesak jaksa penuntut umum (JPU) untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang mengurangi hukuman mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari dari 10 tahun menjadi 4 tahun. Diketahui, Senin (5/7) menjadi hari terakhir bagi JPU untuk mengajukan kasasi.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhan mengatakan jika JPU tidak menempuh jalur kasasi, maka hal itu akan semakin memperkuat dugaan publik bahwa Kejaksaan Agung sejak awal ingin melindungi Pinangki. "Dan berharap agar Pinangki dihukum rendah," imbuhnya melalui keterangan tertulis.

Kurnia menegaskan bahwa mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung itu layak dihukum maksimal. Sebab, Pinangki melakukan tindak pidana saat masih berstatus sebagai penegak hukum. Selain itu, ia juga melakukan tiga tindak pidana sekaligus, yakni suap, pencucian uang, dan permufakatan jahat.

"Lebih miris lagi, terdakwa menjalankan praktik korupsi guna membantu buronan korupsi yang sedang dicari oleh Kejaksaan Agung, Joko S Tjandra," tandas Kurnia.

Baca juga: Jaksa Agung Ultimatum Pejabat yang Curi Untung saat PPKM Darurat

Sementara itu, peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman menjelaskan Kejaksaan memiliki kebiasaan untuk mengajukan kasasi jika Pengadilan Tinggi mengorting hukuman terdakwa di pengadilan tingkat pertama kurang dari 2/3.

"Nah yang menjadi dasar untuk menghitung 2/3-nya, itu bukan tuntutan, tapi putusan di pengadilan tingkat pertama," terang Zaenur.

Hal ini, lanjutnya, didasarkan pada kontra memori banding yang disusun JPU. Dalam kontra memori bandingnya, JPU telah menyetujui isi putusan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Oleh sebab itu, narasi yang mengatakan JPU dalam keadaan dilematis untuk mengajukan kasasi dinilai tidak berdasar.

"Yang dijadikan sebagai dasar untuk menilai putusan banding itu menggunakan putusan pertama, untuk menilai putusan pertama, menggunakan tuntutan. Bukan menilai putusan banding dengan tuntutan, itu tidak nyambung," pungkasnya.

Media Indonesia sudah mencoba untuk menanyakan tindak lanjut JPU terhadap putusan banding Pinangki ke Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Riono Budisantoso. Namun sampai berita ini ditulis, Riono belum menjawabnya. (P-5)

Baca Juga

Ist

Menteri yang Bawa ASN Kampanye Bakal Dikenakan Sanksi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 01 Februari 2023, 09:23 WIB
Netralitas ASN semakin jadi perhatian usai MK menerbitkan putusan nomor 68/PUU-XX/2022 yang menyatakan bahwa menteri maju...
Antara

Bos Indosurya Hormati Kasasi Jaksa

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 08:02 WIB
"Ini putusannya lepas ya, bukan bebas, perbuatannya  itu menurut majelis hakim ada, tapi bukan tindak pidana, itu kasus...
Setpres

Presiden Sebut Sisi Politik bukan Alasan Utama Rombak Kabinet

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 31 Januari 2023, 22:16 WIB
"Yang utama memang performa kinerja. Ada sisi politik juga. Itu pasti ada tapi bukan yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya